Beranda PURWAKARTA Waspada, Filariasis/Penyakit Kaki Gajah Susah Disembuhkan

Waspada, Filariasis/Penyakit Kaki Gajah Susah Disembuhkan

477
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Masyarakat diimbau waspada dengan penyebaran penyakit filariasis atau yang biasa dikenal Kaki Gajah.
Pasalnya, berbeda dengan penyakit DBD yang penyebarannya melalui nyamuk jenis aedes aegipty, filariasis ini justru disebarkan oleh berbagai jenis nyamuk.

Dikutip dari berbagai sumber, Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit zoonosis menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia. Penyebabnya adalah sekelompok cacing parasit nemtoda yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga berakibat munculnya edema. Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala pembesaran ini tidak selalu disebabkan oleh filariasis.

Data yang berhasil dihimpun JabarKini.net dari UPTD Puskemas Tegalwaru, Kec Tegalwaru, Kab Purwakarta. Didaerah tersebut, penderita positif terjangkit penyakit Filariasis sejak 1993 hingga 2018 tercatat ada 6 penderita.

“Penyakit ini sangat berbahaya sebab jika sudah positif terjangkit Filariasis susah untuk di sembuhkan,” ujar Munawir, Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Kecamatan Tegalwaru, Rabu (17/10/2018).

Sebagai salah satu langkah upaya untuk memerangi mewabahnya penyakit Filariasis atau yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah tersebut, UPTD Puskesmas Tegalwaru bersama Muspika setempat kian gencar melakukan pencanangan pemberian obat pencegahan penyakit Filariasis di sejumlah desa di wilayah tersebut.

“Untuk pencegahan penyebaran penyakit filariasis, kami melakukan pemberian obat pencegahan penyakit itu seperti hari ini digelar di Desa Karoya,” tuturnya.

Tak hanya memberikan obat,  pihak Puskesmas juga kata Munawir, terus menyosialisasikan tentang  kebersihan lingkungan. Salah satunya, menutup, menguras, dan mengubur (3M) setiap lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu tindakan mandiri dalam mencegah munculnya virus Filariasis atau penyebab terjangkitnya penyakit kaki gajah. Sebab, kaki gajah dapat ditularkan segala macam jenis nyamuk,” tutupnya.

Berikut data nama penderita kaki gajah di Kec Tegalwaru (1993-2017 :

1. Ig (48), warga Rawatutut RT 14 RW 05, Desa Karoya, ditemukan tahun 1993.

2. Im (31), warga Kampung Cilangkap RT 08 RW 04, Desa Cadas Sari, ditemukan Tahun 2002.

3. Dd (60), warga Kampung Ciakar RT 01 RW 01, Desa Tegal Waru, ditemukan tahun 2002.

4. Hn (61), warga Kampung Babakn RT 15 RW 08, Desa Warung Jeruk, ditemukan tahun 2012.

5. Iin (49), warga Kampung Panyingkiran RT 11 RW 06, Desa Batu Tumpang, ditemukan tahun 2016.

6. Ja (60), warga Desa Citalang RT 03 RW 01, Kecamatan Tegalwaru, ditemukan tahun 2017.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here