Beranda Lingkungan Hidup Warga Jalupang Tolak Daerahnya Dijadikan TPA, Kades: Saya juga kaget

Warga Jalupang Tolak Daerahnya Dijadikan TPA, Kades: Saya juga kaget

117
0

Penulis: Gunawan

SUBANG,jabarkini.net-Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati mendapat penolakan dari warga.

“Buat bapak-bapak, boleh lah ini tidak akan berdampak negatif. Karena katanya menggunakan alat canggih. Tapi asal bapak-bapak ketahui, bau dari sampah ini tidak akan tercium oleh bapak-bapak, tapi oleh kami. Oleh anak cucu kami dikemudian hari,” ujar warga bernama Opik.

Diapun mempertanyakan, kenapa harus Kecamatan Kalijati yang dipilih, sedangkan Kalijati notabene merupakan daerah yang syarat dengan sejarah. “Bisa dibayangkan, dengan adanya TPA ini, daerah yang harusnya menjadi lautan sejarah kedepan akan menjadi lautan sampah,” imbuhnya. “Tolonglah dipikirkan lagi. Toh Subang ini kan luas,” tambahnya.

Sementara warga lainnya menyarankan, agar persoalan sampah ini diserahkan ke daerah masing-masing. “Gini loh pak, masalah sampah ini hendaknya dijadikan masalah bersama. Jadi jangan dibebankan ke masyarakat Desa Jalupang saja. Kelola saja oleh daerah masing-masing, mungkin itu lebih adil daripada harus dibebankan kepada warga Jalupang saja,” kata Wahyudin.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Jalupang Adi Karta SP mengungkapkan, dirinya kaget dengan dipilihnya Desa Jalupang sebagai TPA. “Memang dari awal saya sudah mendengar, tapi saya pikir itu hanya wicana,” ujarnya.

Kades Adi Karta mengaku, informasi tentang rencana pembangunan TPA di Desa Jalupang ini baru diterima sebulan yang lalu. “Jadi kesannya itu gimana gitu. Ya, saya mah kaget aja,” tandasnya.

Adapun soal penolakan warga menurut dia, adalah wajar mengingat selama ini Desa Jalupang, khususnya Dusun 1 Tenjolaut (daerah paling dekat terdampak oleh TPA) jauh dari perhatian pemerintah. Bahkan ditahun ini saja, realisasi perbaikan jalan lingkungan tidak sepenuhnya dapat dilaksanakan mengingat terbatasnya anggaran biaya.

“Jadi gimana ya pak. Saya itu dilema. Disatu sisi saya itu kepala desa yang notabene sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah daerah/bupati, tapi disisi lain saya juga sebagai wakil dari masyarakat. Terlebih daerah yang akan dijadikan TPA itu lebih dekat dengan kampung Tenjolaut. Jadi kadangkala saya ini bingung,” katanya.

Pertemuan yang sekaligus sosialisasi tentang rencana pembangunan TPA ini sedianya akan dihadiri oleh Bupati/Wakil Bupat, namun karena berhalangan hadir jadi pertemuan hanya diwaki oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rona Meiransyah, Kadis Ketahanan Pangan, Hedrawan, Kadis BPBD, Kepala Kantor Kesbang Udin Jazudin dan sejumlah pejabat lainnya, termasuk anggota DPRD Subang, Asep Hadian.

Terpantau, pertemuan ini pun mendapat pengawalan dari aparat Sat Pol PP, TNI dan kepolisian baik yang berseragam mau pun yang tidak berseragam.(jk2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here