Beranda Jabar TNI AU Suryadarma Bangun Pendartan Helikopter (Helipad) Terbesar di Purwakarta

TNI AU Suryadarma Bangun Pendartan Helikopter (Helipad) Terbesar di Purwakarta

155
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Pangkalan TNI AU Suryadarma – Subang, akan membangun pos udara dengan pasilitas landasan pendaratan helikopter (Helipad) bertempat di Kampung Krajan Desa Cikopo Kecamatan Bungursari, Purwakarta.

Secara keseluruhan, luas pangkalan pos Cikopo yang disiapkan mencapai 21 hektar dan ditargetkan pembangunannya selsai pada Maret 2019 nanti.

Kepala Intelejen Lanud Suryadarma Kalijati, Letkol Sus Dian Syaprilan, mengatakan, TNI AU memiliki aset tanah seluasa 21 hektare di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari. Lahan itu, akan difungsikan sebagai pos udara. Salah satunya, dengan menyediakan fasilitas untuk landasan helikopter (helipad).

“Ada tiga titik helipad dengan ukuran masing-masing 25×25 meter. Helipad ini, merupakan yang terbesar di wilayah Purwakarta ini,” ujar Dian, kepada awak media, Selasa (11/12/2018).

Awalnya, lanjut Dian, lokasi itu merupakan perumahan dinas untuk para anggota TNI AU. Namun, seiring berjalannya waktu, perumahan itu tidak berkembang. Serta, hanya dimanfaatkan oleh pensiunan beserta keluarganya.

Kemudian, beberapa bulan yang lalu, lokasi itu ditertibkan. Keluarga pensiunan anggota TNI, diberi kompensasi untuk meninggalkan rumah dinas tersebut. Setelah itu, lahan tersebut kini dibangun menjadi pos pangkalan udara. Salah satunya, dengan fasilitas helipad.

Untuk pemerataan tanah ini, lanjut Dian, awalnya ditargetkan selesai awal Desember ini. Namun, karena terkendala cuaca, jadi pemerataannya tersendat. Sebab, ketika curah hujan tinggi, lalu lintas truk pengangkut material tanah merah ini, turut berhenti. Mengingat, pekerjaan ini memertimbangkan keselamatan.

Apalagi, saat musim penghujan jalanan yang dilintasi truk ini menjadi lebih licin. Karenanya, arus lalu lintas truk pengangkut tanahnya di atur. Lalu, ketika panas, ada petugas dan armada yang khusus membersihkan jalan serta menyemprot ceceran tanah merah itu.

Tahapan pemerataan tanah ini, lanjut Dian, pasti ada imbasnya ke masyarakat. Seperti, debu kalau musim panas, dan jalanan jadi licin saat hujan. Tapi, kita sudah safety. Yaitu, dengan melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat ini, dikaryakan untuk membantu menangani jalanan yang berdebu dan licin.

“Namun, jika pemerataan sudah selesai. Dampaknya juga akan berkurang,” ujarnya.

Kedepan, lanjut Dian, pos TNI AU ini menjadi lokasi helipad terbesar di Purwakarta. Pasalnya, helipad ini bisa menampung pesawat sejenis Super Puma. Termasuk, jika nanti Presiden atau jajaran menteri melakukan kunjungan melalui jalur udara, maka hekikopternya bisa mendarat di wilayah ini.

Bahkan, lanjut Dian, kawasan ini luasanya mencapai 21 hektare. Jadi, bisa dikembangkan untuk areal lainnya. Misalkan, jadi wilayah pergudangan. Mengingat, lokasinya cukup strategis untuk mendukung sektor bisnis.

“Kita akan jajakan kerja sama, antara TNI AU dengan Pemkab Purwakarta. Sebab, sisa lahan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 06/03, Desa Cikopo, Aceng Sutiawan (43), mengharapkan dengan adanya pos TNI AU ini bisa berkontribusi terhadap masyarakat sekitar. Terutama, masalah kesejahteraan. Dengan kata lain, pos pangkalan udara ini bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Apalagi, lokasi itu bisa dimanfaatkan untuk sektor bisnis. Kami harap, bisa berdampak ke warga. Minimalnya, jika ada lowongan pekerjaan, bisa melibatkan warga kami,” kata Aceng.  (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here