Beranda Jabar Tergerak Hatinya, Seorang Wartawan Bangun Rumah Ma Erat

Tergerak Hatinya, Seorang Wartawan Bangun Rumah Ma Erat

229
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Nasib tragis yang dialami lansia bernama Mak Erat (91) warga Dusun Telukbunder, Desa Dwi Sari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Membuat salah satu wartawan Kabupaten Karawang tergerak hatinya untuk meringankan beban yang diderita oleh Mak Erat.

Bantuan tersebut diaplikasikan melalui pembangunan rumah milik Mak Erat. “Saya sebenarnya hanya mengumpulkan dana dari para donatur yang baik hati untuk meringankan beban Mak Erat,” ujar salah seorang wartawati, Rima Oktapiani yang biasa disapa Amoy. Minggu (25/11)

Menurut Amoy, pihaknya prihatin dengan kondisi bangunan rumah milik Mak Erat yang kodisinya sudah hampir ambruk, namun sampai saat ini pengajuan dari pemerintah desa ke Pemkab Karawang untuk pembangunan Rutilahu (rumah tidak layak huni).

“Awalnya kami hanya melakukan peliputan ke Mak Erat, tapi karena prihatin kami akhirnya meminta bantuan dari para donatur dalam waktu 5 hari uang sudah terkumpul lebih dari Rp 10 juta,” kata Amoy wartawan yang menjadi relawan.

Tidak hanya dari donatur, lanjutnya, bantuan juga datang dari sejumlah komunitas yang rela tidak dibayar hanya untuk membantu pembangunan rumah Mak Erat.

“Pembangunan rumah itu murni dari para donatur dan tidak ada anggaran dari pemerintah,” katanya.

Menurut Amoy, saat ini rumah Mak Erat sudah dirubuhkan dan rencananya minggu depan rumah itu sudah terbangun.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua donatur yang enggan disebut namanya. Semoga bantuannya bisa bermanfaat,” katanya.

Sebelumnya,Anak cucunya Mak Erat, Firmansyah mengatakan, genting rumah sempat ambruk empat tahun lalu, dan kondisi bagian depan sudah roboh. Hujan dan panas sinar matahari tembus langsung ke dalam rumah karena atapnya yang bocor.

“Kondisi gubuk sudah roboh, sejak empat tahun lalu, jangankan untuk bangun rumah, untuk makan sehari-hari saja susah,” kata Firmansyah.

Untuk kebutuhan hidupnya, Mak Erat mengandalkan hasil jerih payah cucunya yang bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, bahkan terkadang pulang tanpa membawa uang.

“Kalau untuk makan sehari hari, mengandalkan , hasil kerja serabutan baru bisa beli beras untuk dimasak,” katanya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here