Beranda Jabar Strategi Humas 4.0 di Purwakarta Menghadapi Era Disruptive

Strategi Humas 4.0 di Purwakarta Menghadapi Era Disruptive

211
0

Penulis : Red

JAKARTA, Jabarkini.net –  “Lihat peluang positif dan hindari ujaran kebencian, Hoax, dan konten negatif,” kata Widi Nugroho Sahib Head of Corporate Affairs dari PT. South Pacific Viscose saat bertemu wartawan usai Upacara Pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara (Jakarta).

Pabrik produsen serat viscose yang merupakan PMA dari negara Austria yang terletak terletak di Purwakarta dan tidak jauh dari Sungai Citarum ini punya strategi kehumasan yang positif bagi iklim investasi asing di Indonesia.

Widi Nugroho Sahib  yang merupakan Pengurus Pusat PERHUMAS dan salah seorang media darling untuk wartawan di Indonesia mengungkapkan bahwa di era  disruptive saat ini peran Humas harus mensosialisasikan informasi yang positif di masyarakat.

“Ini sama seperti amanat Presiden saat upacara pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0,” ungkap Widi Nugroho Sahib,”sehingga konten berita harus menginformasikan pencapaian yang konstruktif dan positif dari semua rakyat Indonesia.

Agung Laksamana pada saat memberikan sambutan selaku Ketua Umum BPP PERHUMAS juga mengatakan bahwa semua warga negara Indonesia menjadi Humas untuk negara dan bangsa ini.

“Khusus di Purwakarta yang dilintasi Sungai Citarum dan menjadi target Perpres nomor 15 tahun 2018,” ungkap Widi Nugroho Sahib,” harus proaktif dan kreatif untuk mendukung secara aktif program Citarum Harum serts menjadi peluang menyampaikan berita positif di tengah dinamika yang disruptive.”

PT. South Pacific Viscose membuktikan komitmennya melalui kegiatan CSR dengan menanam pohon Trembesi di pinggir Sungai Citarum – mulai dari daerah Cikao Bandung sampai Kampung Sawah, dan melaksanakan kegiatan 1 karyawan menanam 1 pohon, serta mengembangkan Eco Village di Desa Cicadas hingga berhasil meraih Eco Village Award 2018.

“Itu wujud strategi Humas 4.0 di Purwakarta sesuai era saat ini,” tambah Widi Nugroho Sahib, “dan dengan jumlah karyawan sekitar 1.750 orang maka area dalam pabrik saat ini menjadi asri, hijau dan alami karena ada ribuan pohon buah-buahan termasuk pohon Trembesi.”(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here