Beranda Jabar Seorang Muslim  Menjadi Penjaga Klenteng Dwi Kwan In

Seorang Muslim  Menjadi Penjaga Klenteng Dwi Kwan In

177
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Sejak rumahnya tergerus abrasi,  Sarmad lelaki tua berusia 72 tahun,  beragama Islam, genap 6 tahun menjaga  Kelenteng Dewi Kwan In, l di pinggir pesisir pantai utara  Pisangan, Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Sebagai seorang muslim, dia belajar toleransi beragama di salah satu kelenteng kecil sejak ditingalkan pemiliknya berpulang  enam tahun lalu,sementara istrinya memilih tinggal di Jakarta

Meskipun usianya sudah menginjak 72 tahun, ia tetap semangat bekerja. Tak pernah mengeluh meski berpeluh. Klenteng ini dibangun oleh saudagar tambak asal Kalimantan bernama Ayub,  namun ia tidak tahu persis kapan dibangun yang pasti ini sudah berada di sini sejak  tahun 1982.

“Walaupun perbedaan keyakinan, tetap bertanggung jawab sebagai penjaga wihara, ” kata Sarmad,  Selasa (6/2).

Ia justru lebih tahu segala sesuatu tentang wihara dibandingkan dengan orang lain. Sejak diberi keleluasaan dalam menjaga dan mengurus klenteng. Meskipun perbedaan akidah tidak menghalangi untuk berbuat baik  bagi sesama,  untuk sesama karena penganut keyakinan agama Budha di pesisir pantai utara Karawang ini masih banyak, kadangkala ada yang datang dari luar Karawang,  seperti Bekasi dan Jakarta.

“Yang beribadat di kelnteng ini, selain warga sekitar juga sering ada dari Bekasi dan Jakarta ” jelasnya.

Perayaan Imlek kali ini, menurut Sarmad, tidak begitu ramai dibandingkan masih ada pendirinya. Sebelum pendirinya meninggak banyak yang datang untuk merayakan Imlek.

“Ramainya hanya pada saat perayaan Imlek, tapi kalau hari biasa pasti sepi,” ujarnya.

Pada perayaan Imlek kali ini Sarmad, mengatakan tidak ada yang istimewa. Bahkan kali ini tidak diadakan arak-arakan secara besar-besaran. Alasannya, biaya untuk melaksanakan acara itu sangat besar. Apalagi sebagain bangunan klenteng sudah tergerus abrasi.

“Perayaan imlek tahun ini tidak dirayakan secara meriah, hanya beribadah seperti hari bisanya, “pungkas Sarmad.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here