Beranda PURWAKARTA Sempat Viral di Medsos, Nathan Putera Ramadani Kondisinya Kini Masih Terbaring Lemas

Sempat Viral di Medsos, Nathan Putera Ramadani Kondisinya Kini Masih Terbaring Lemas

169
0
Nathan Putera Ramadani, Saat Mendapatkan Perawatan di RS Bayu Asih

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Sempat diperbincangkan di Media Sosial (Medsos) beberapa waktu lalu, Nathan Putera Ramadani, balita berusia 3 tahun warga Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, terbaring lemas tanpa daya di Kamar 5B, Ruang Kemuning, RSUD Bayu Asih.

Tubuh Nathan terlihat kurus, karena beberapa waktu terakhir ini tidak ada asupan makanan yang masuk ketubuhnya. Ia mengalami gangguan pencernaan sehingga asupan makan tak terserap tubuhnya.

Anak pertama pasangan Cepi Rahamadani (30) dan Nenda Nindiyana (27) warga Kampung Pasir Peuteuy, Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered ini berawal dari umur 6 bulan, sampai usia 3 tahun ini.

“Awalnya pada saat usia Nathan 6 bulan, divonis mengidap penyakit Flek Paru, dan selalu muntah dan diare usai menyantap setiap asupan makanan, padahal nafsu makannya normal,” jelas Cepi, saat ditemui di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Senin (28/1/2019).

Ia menambahkan, dulu Nathan sering kontrol ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk terus memantau dan kontrol setiap perkembangan dari kondisi Nathan.

“Karena sering bulak balik ke RSUD Bayu Asih dan sudah bosan, makanya saya coba untuk berobat ke alternatif,” ucapnya.

Sejak 6 bulan terakhir, dia mengalami gangguan pencernaan. Ia sering muntah dan diare usai makan. Padahal kondisi sebelumnya normal seperti anak-anak pada umumnya.

Cepi yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan di lengkong besar, Bandung, menceritakan saat Nathan baru lahir dalam kondisi normal.

“Saya dan istri kan tinggal serta kerja di Bandung jadi anak saya di urus oleh ibu mertua di Plered. Meskipun biaya kontrol gratis melalui BPJS, namun kan yang selama bolak-balik ke RSUD Bayu Asih itu saya, sedangkan saya di Bandung jadi gak pernah lagi kontrol,” kata cepi dengan lirih

Saat kondisinya terus menurun lanjut dia, Nathan yang merupakan anak pertamanya itu, hanya terbaring lemas dan tidak bisa masuk makanan. Ia menceritakan, sebelum viral di media sosial, Nathan Belum pernah di datangi kader atau bidan desa.

“Ya setelah viral ini banyak yang berdatangan, dari mulai kader, sampai Kepala Desa pun datang. Saya sebenarnya tidak mau merepotkan semua orang, namun kakak saya yang posting tanpa sepengetahun saya,” ujarnya.

Untuk saat in, cepi berharap, dirinya bisa membawa Nathan berobat di Bandung.

“Untuk di RSUD Bayu Asih Purwakarta tidak ada keluhan apa-apa sih. Karena saja saya tinggal dan kerja di Bandung jadi biar saya ingin merawat anak saya di Bandung. Saat ini Saya ingin anak sembuh, sehat dan kembali tersenyum, layaknya anak seusainya,” harapnya. (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here