Beranda Jabar Satreskrim Polres Subang Tangkap 2 Pengedar Upal, 2 Lainnya DPO

Satreskrim Polres Subang Tangkap 2 Pengedar Upal, 2 Lainnya DPO

125
0

Penulis : Gunawan

SUBANG, jabarkini.net – Satreskrim Polres Subang berhasil menangkap 2 orang pengedar uang palsu (upal). Kedua tersangka yang ditangkap ialah URN (69) warga Kp. Pulekan Desa Balimbing Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang dan SGD (39), warga Perum BIP Cikampek Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang.

Dalam keterangannya dihadapan media, Kamis (12/12/2019), Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat, pada 12 November 2019, lalu. Disebutkan, bahwa di jembatan Cilamatan, Desa Padaasih Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang ada seseorang memiliki banyak uang rupiah diduga palsu.

Berbekal keterangan masyarakat itulah, tim kemudian melakukan pengintaian. Dan benar saja sekitar pukul 15.00 WIB, tim berhasil membekuk URN. Dari tangannya tim menemukan barang bukti 67 lembar uang palsu pecahan Rp. 100.000,- dan Rp. 50.000,-.

Tidak sampai disitu. Tim terus mengembangkannya. Dari pengakuan tersangka URN, bahwa uang palsu tersebut didapat dengan cara membeli dengan perbandingan 2 – 1 atau 2 juta dihargai 1 juta, dari warga Cikampek beritial SGD.

Tim kemudian bergerak kembali menuju kediaman SGD di Cikampek. Baru sekitar pukul 23.00 WIB SGD berhasil ditangkap dikediamannya tanpa perlawanan. Namun sayang, dari SGD tim tidak menemukan barang bukti.

“Meski begitu tim kami berhasil mendapati bukti transaksi jual beli uang palsu antara URN dan SGD. Selain itu, tersangkapun telah mengakui perbuatannya,” kata Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani.

Tidak berakhir sampai disitu. Tim kembali mengorek keterangan dari SGD. Kepada petugas, SGD mengaku kalau upal tersebut diperoleh dengan cara membeli dari temannya, masing-masing berinisial S dan N (keduanya DPO) dengan perbandingan 3 : 1.

“Akibat perbuatan para tersangka ini, kami menjerat pelaku dengan Pasal 36 Ayat 2 dan 3 Undang-undang RI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak Rp.50 Miliar rupiah,” pungkas Kapolres.(jk2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here