Beranda Jabar Santri Karawang, Akan Turun Ke Jalan Tersinggung Puisi Fadli Zon

Santri Karawang, Akan Turun Ke Jalan Tersinggung Puisi Fadli Zon

126
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU)  Kabupaten Karawang, mengecam keras isi puisi Fadli Zon yang menyebut doa yang tertukar, karena telah menghina dan melecehkan kiyai sepuh Nahdatul Ulama.

Hal ini diungkapkan Ketua PC Nahdatul Ulama Karawang, Ahmad Ruhyat Hasby, saat di wawancarai media di kantor PC NU Karawang,  Jalan Dewi Sartika No 43.

Dia mengatakan sikap Fadli Zon yang menyebut doa yang tertukar jelas merupakan penghinaan dan pelecehan kepada kiai sepuh. Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimun Zubair atau karib disapa Mbah Moen. Apalagi Fadli Zon menolak meminta maaf setelah puisi “Doa yang Tertukar”ramai diperbicangkan.

“Fadli Zon menolak meminta maaf ke Mbah Moen dan warga NU , sangat menyakiti perasaan santri dan kiai. Ironisnya, Fadli Zon justru tidak bersikap kooperatif dan tak mau minta maaf atas puisinya itu,” kata Ahmad Ruhyat.

Warga NU ini sagat geram dengan puisi Fadli Zon. Ada banyak kiai yang kecewa. Terlebih, dia tidak bereaksi apa-apa, untuk itu, pihaknya akan turun kejalan untuk melakukan aksi menuntut Fadli Zon meminta ma’af kepada Mbah Moen dan warga NU, besok pasca Shalat Jum’at dengan menurunkan sekitar 2000 santri dari berbagai pesantren di Karawang.

“Sekitar 2000 santri dari berbagai pesantren akan turun ke jalan besok, ” tandasnya.

Sebab, menurut Ruhyat puisi karangan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu dianggap tidak sopan karena menyinggung Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, KH Maimun Zubair atau karib disapa Mbah Moen.

“Itu tidak sopan, karena telah melecehkan dan penistaan kepada sesepuh NU,” ujarnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here