Beranda Jabar Reses ke 3 , Sri Rahayu Agustina Ngaliwet Bareng emak-emak

Reses ke 3 , Sri Rahayu Agustina Ngaliwet Bareng emak-emak

212
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Banyak cara dilakukan oleh anggota DPRD dalam menjalin komunikasi dan silahturahmi dengan konstituen di daerah pemilihannya. Anggota DPRD Karawang, Sri Rahayu Agustina dari Fraksi Golkar menggelar acara makan bersama emak-emak Majlis Talim di Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.

Sebanyak 50 kaum ibu atau yang saat ini akrab disebut emak-emak tampak memenuhi lokasi acara secara santai, dalam pembukaan dialog ,Sri Rahayu menyampaikan terlebih dahulu tugas dan tanggung jawab seorang anggota DPRD Kabupaten Karawang.

“Saya ini sudah satu periode di DPRD Kabupaten Karawang, sebagai wakik rakyat, satu tahun diberikan waktu 3 kali untuk bertemu masyarakat, dan hari ini merupakan masa reses ke 3 tetapi ternyata itu belum cukup” ujar Sri Rahayu, Selasa (4/12).

Maka atas dasar tersebut pada kesempatan yang baik ini,Sri Rahayu mengajak para emak-emak menggelar forum silahturahmi sambil menyerap aspirasi dan makan bersama para emak-emak.Dalam kesempatan itu Sri, menegaskan pemerintah daerah akan segera memberikan dana pinjaman lunak, untuk mengurangi dampak bank emok yang menggurita hingga pelosok desa..

” Pemerintah daerah dalam hal ini memberikan kemudahan untuk mendapatkan dana pinjaman dengan bunga lebih kecil dari bank emok, dari program kredit lunak” katanya.

Kembali lagi, urusannya, adalah melek keuangan, kata Sri Rahayu, Banyak orang yang butuh uang, dan merasa perlu pinjam uang, tetapi belum punya sumber pengembalian yang jelas. Melek keuangan menjadi syarat penting, artinya kalau tidak bisa mengembalikan uang, jangan pernah pinjam uang.

“Masalah lain adalah banyak ibu-ibu meminjam uang walau sebetulnya tidak butuh. Di beberapa daerah, para ibu meminjam uang untuk dibelikan perhiasan, pakaian, hingga telpon genggam,” katanya.

Budaya konsumtif di pedesaan juga cenderung tinggi, dan tingkat penghargaan seseorang terhadap materi cukup kental. Kadang, kalau jalan beriringan, penampilannya luar biasa. Masih sedikit model pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap keuangan.

” Bisa dikatakan, sebagian masyarakat belum melek keuangan, apalagi melakukan perencanaan keuangan,sehingga banyak emak-emak menjadi korban bank emok, ” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here