Beranda PURWAKARTA Hiswana Migas Siap Bersinergi Dengan Pemkab Purwakarta

Hiswana Migas Siap Bersinergi Dengan Pemkab Purwakarta

5
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, jabarkini.net – Ketua DPC Hiswana Migas Purwakarta Karawang, Ary Syafrudin siap bersinergi dengan pemerintah daerah melakukan pemantauan distribusi Elpiji 3 Kg di Kabupaten Purwakarta. Termasuk jika terjadi kelangkaan dan penyaluran yang tidak tepat sasaran.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan menindaklanjuti laporan jika ada oknum yang nakal mendistribusikan gas bersubsidi yang tidak tepat sasaran,”ungkapnya, Senin (21/10/2019).

Ari mengakui keberadaan okum yang menyalahgunakan keberadaan gas bersubsidi selalu ada, namun untuk memberantas keberadaan oknum-oknum itu perlu kerjasama semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. “Jika ada oknum atau pangkalan nakal silahkan laporkan. Nanti kita akan tindak,”tegas dia.

Arry juga meminta pemerintah daerah membantu memberikan data masyarakat katagori miskin agar penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran. Termasuk pedagagang kecil atau usaha mikro. Dengan begitu penyalurah akan lebih terarah dan tepat.

Menyoal kelakaan Elpiji 3 Kg menurut Arry, sejauh ini belum ada laporan. Terakhir laporan adanya kelangkaan terjadi pada Bulan Suci Ramadan lalu dan persoalan itu sudah dapat diselesaikan. “Sampai saat ini persoalan kelangkaan gas melon tidak dapat terjadi lagi,”ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar pertemuan dengan ratusan agen dan pangkalan gas  untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran gas bersubisi tiga kilogram. Hal ini menyusul masih adanya penyalahgunaan gas bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan pihaknya bertemu dengan Pertamina dan para agen tabung gas. Bupati membahas mengenai pengawasan peredaran gas bersubsidi.

“Kita kumpulkan pangkalan dan agen Pertamina dan Hiswana Migas juga akan kita hadirkan (membahas peningkatan pengawasan),” kata Anne di Kantor Pemkab Purwakarta, Senin (21/10).

Anne mengatakan gas bersubsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Warga mampu bahkan pelaku industri dilarang menggunakan tabung gas melon ini untuk kebutuhan sendiri-sendiri.

Dia meminta ada sanksi tegas yang diberikan kepada agen dan pangkalan yang menjual gas bersubsidi bukan kepada masyarakat miskin. Ini diharapnya dapat menjadi upaya menekan penyalahgunaan gas bersubsidi tiga kilogram.

“Kalau ada yang menjual di luar data penerima maka kita cabut izin pangkalan tersebut. Kita evaluasi terus,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah warga miskin di wilayahnya sekitar 75 ribu kepala keluarga (KK). Jika merujuk pada kuota gas LPG 3 kg yang mencapai 650 ribu tabung per bulan, seharusnya itu mencukupi untuk kebutuhan gas warga kurang mampu. Namun faktanya masih ada keluhan warga miskin yang kekurangan tabung gas bersubsidi ini.(jk3)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here