Beranda Jabar Puluhan Mahasiswa Menggelar Aksi Solidaritas Untuk Papua

Puluhan Mahasiswa Menggelar Aksi Solidaritas Untuk Papua

124
0

BANDUNG, jabarkini.net – Gelombang aksi solidaritas untuk masyarakat Papua sekaligus penolakan referendum demi menjaga keutuhan NKRI terus berlangsung di Bandung. Untuk kesekian kalinya, puluhan mahasiswa kembali berunjuk rasa dengan tema tersebut di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/8).

Awalnya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Papua pertama kali berunjuk rasa di depan gedung dewan pada sore hari. Beberapa puluh menit kemudian,  puluhan pemuda dari Forum Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Jabar untuk Papua ikut bergabung.

Beberapa saat kemudian, sejumlah warga asal Papua ikut bergabung dalam aksi tersebut. Mereka pun berorasi dan menyatakan hal yang sama dengan para pengunjuk rasa.

Seorang warga asal Papua dalam aksi tersebut, Dolfi, mengatakan lebih baik Papua terus bersama Indonesia daripada memisahkan diri. Dolfi mengatakan warga Papua telah sejak lama merasakan kebaikan dari Indonesia.

“Lebih baik kita ikut yang sudah ada, ikut Indinesia. Kalau mau pisah susah. Kita sudah merasakan kebaikan dari Indonesia, dari mulai zaman Irian Barat sampai sekarang,” kata Dolfi di sela kegiatan tersebut.

Dolfi mengimbau kepada warga Papua, khususnya para pemuda dan mahasiswa, untuk tidak terprovokasi hasutan atau tipuan yang memecah belah dan dapat membuat rusuh.

“Kita jangan terpengaruh hasutan. Kasihan pace mace di sana to. Yang tinggal di pedalaman, yang tinggal di hutan, kasihan tidak tahu apa-apa,” kata Dolfi.

Dalam orasinya, mereka sama-sama menyatakan Papua adalah bagian NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini menjadikan Papua sebagai salah satu bagian terpenting dari Indonesia.

Mereka menilai kini NKRI dihadapkan dengan sejumlah kelompok yang menyulut perpecahan. Sebagai solusinya, kata mereka, adalah menjaga keberagaman dan isu rasisme di negeri ini adalah bagian yang harus segera diselesaikan.

Mereka menyatakan Papua adalah bagian terpenting yang harus dirangkul. Isu kekerasan Papua harus segera diselesaikan. Papua adalah anak kandung NKRI. Jika hari ini terlihat banyak terjadi keributan dan isu kemerdekaan Papua, merrka menilai itj bukanlah solusi. NKRI, katanya, harus mempertakankan Papua dari kesatuan negeri ini.

Massa menilai referendum Papua bukanlah solusi. Panasnya isu referendum Papua, katanya, adalah bentuk provokasi yang sengaja dibuat oleh pihak yang ingin memecah belah persatuan NKRI.

“Indonesia harus bijak mengambil hikmah sejarah pergolakan negara-negara berkembang selama ini sebagai pelajaran. Kami meminta hentikan segala bentuk kekerasan di Tanah Papua. Tolak referendum dari Sabang sampai Merauke,” kata orator.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here