Beranda Jabar Proyek Pendistrian 15 M Gagal, Penegak Hukum Masih Ogah

Proyek Pendistrian 15 M Gagal, Penegak Hukum Masih Ogah

138
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Pengamat Pemerintahan sekaligus sebagai praktisi hukum Karawang, Asep Agustian mengatakan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) proyek pendistrian senilai 15,6 Milyar, merugikan uang negara, pe egak hukum seharusnya sudah mulai membidik kasus proyek gagal yang merugikan uang rakyat.

“Penegak hukum sudah waktunya mengusut dan memeriksa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang atas kegagalan proyek pedestrian yang menguras APBD sebesar Rp 15,6 miliar,” kata Asep Agustian yang akrab disapa Asep Kuncir (Askun), Selasa (25/6) saat dihubungi melalui ponsel.

Askun menilai penegak hukum harus berani menyelidiki proyek gagal tersebut, dengan memanggil dan memeriksa orang -orang yang terlibat mulai awal proses lelang hingga pengerjaan proyek pedestrian yang kualitasnya jauh dibawah standar yang berkaibat proyek tersebut menjadi temuan BPK.

“Segera panggil dan periksa itu orang-orang (yang terlibat dalam proyek pedestrian) dengan adanya temuan dari BPK,” kata Asep.

Ia mengatakan dalam penegakan hukum yang merugikan uang negara ini, dalam kapasitas pribadi tidak ada kepentingan apapun. Asep mengaku, ingin melihat Kabupaten Karawang yang bersih dari korupsi. Meskipun dengan bicara ini, ia siap akan kembali menjadi sasaran teror oleh orang-orang yang merasa terusik.

“Dulu saya pernah diteror,” kata Asep. Waktu itu, Asep mengaku mendapat teror setelah bicara keras soal mangkraknya gedung Pemda II.

Asep juga menagih ucapan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari yang berjanji akan memanggil dinas PUPR untuk meminta penjelasan proyek pedistrian tapi hingga hari ini tak jelas kabar beritanya.

“Mana hasilnya? Omong doang. Mau manggil, manggil apa? Tidak usah gembar-gembor di medsos. Masyarakat jangan dininabobokan. Tidak perlu janji, masyarakat butuh bukti,” kata Asep.

Asep menekankan , rakyat Karawang sudah melek informasi sudah bukan zamannya lagi janji mau memanggil tapi sampai sekarang tidak ada realisasi.

“Buktikan saja bukan bermain opini ,” pungkasnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here