Beranda Jabar Polres Belum Tetapkan Tersangka, 4 PNS Dipanggil

Polres Belum Tetapkan Tersangka, 4 PNS Dipanggil

145
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Polres Karawang belum menetapkan dua PNS Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang,dan satu calo sebagai penghubung belum ditetapkan menjadi tersangka selain masih mencapai barang bukti juga masih melakukan pemanggilan terhadap PNS lain.

Belum ditetapkannya sebagai tersangka dilakukan karena, penyidik masih memanggil dari 4 PNS dilingkungan Disdukcapil yang saat ini masih dimintai keterangan setelah ketiga orang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar , Rabu (14/11) kemarin.

“Satu PNS sebagai operator dokumen kependudukan , satu honorer dan calo yang tercyduk Satgas Saber Pungli, belum ditetapkan menjadi tersangka ,” kata AKBP Slamet Waloya, Kamis (15/11).

Kapolres mengatakan alasan belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih terus dilakukan penyelidikan terhadap ketiga orang dalam Praktek pungutan liar , kata Slamet Waloya , saat ini pihak penyidik memanggil 4 orang PNS dilingkungan Disdukcapil karena kepolisian masih mencari alat bukti dari tersangka lain guna melengkapi berkas-berkas Praktek pungutan liar terhadap pemohon pengutusan dokumen kependudukan.

“Penyidik mencari barang bukti lain untuk melengkapi seluruh kelengkapan dalam berkas-berkas ,”paparnya.

Satreskrim Polres Karawang masih terus mendalami kasus dugaan pungutan liar dengan melibatkan oknum PNS Disdukcapil Kabupaten Karawang karena tidak tertutup kemungkinan ada pelaku lain yang ikut terlibat pingli di instansi yang mengurusi masalah dukumen kependudukan .

Kapolres Karawang mengatakan penyelidikan adanya pungutan liar telah dilakukan selama satu bulan sebelum OTT dilakukan. setelah adanya laporan dari Masayarakat , sehingga satgas Saber pungli melakukan pendalaman dan hasilnya berhasil mengamankan PNS yang melakukan pungli dalam pengurusan surat-surat kependudukan.

“Dalam kasus dugaan pungli ini, terduga pelaku meminta uang dalam jumlah tertentu kepada masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan ,mulai dari Rp200-300 ribu per pemohon,” jelasnya.

Kami masih mendalami kasus pada proses penyelidikan saat ini,termasuk mencari tahu siapa saja yang terkait didalamnya dalam kasus dugaan pungutan liar untuk pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan Akte Kelahiran.

“Dari hasil OTT kemarin ,Satgas Saber Pungli berhasil mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp2 juta dan sejumlah dokumen kependudukan baik KK, KTP dan Akte ,”pungkasnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here