Beranda Jabar Pilkades Serentak, 77 Petahana Turun Tahta

Pilkades Serentak, 77 Petahana Turun Tahta

254
0
Panitia Penyelenggara Pilkades Serentak Saat Melakukan Penghitungan Surat Suara, Rabu (05/12/2018)

Penulis : Erlan

SUBANG, Jabarkini.net – Hasil sementara Pilkades Serentak di Kabupaten Subang cukup mengejutkan banyak pihak.Pasalnya dari 165 Desa yang menggelar Pilkades Serentak yang di ikuti 551 calon kades, 132 calon diantaranya merupakan calon petahana yang ikut kembali manggung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang, Memet HM Warnaen yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan kalau Pilkades Serentak di 165 desa yang berada di 28 kecamatan diikuti sebanyak 551 orang.

“Dari jumlah calon itu, sebanyak 132 orang merupakan calon patahana dan ternyata hanya 55 orang untuk sementara yang unggul, “ ujarnya Kamis (06/12/2018).

Hanya saja, lanjut Memet, tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Pasalnya ada lima kecamatan yang belum menyampaikan hasil. Kelima Kecamatan itu adalah Kalijati, Cibogo, Serangpanjang, Tambakdahan dan Kecamatan kasomalang.

“Ya nantilah secara resmi kita akan berikan penjelasanya karena untuk proses penetapannya sendiri diberi waktu 7 hari, “ ungkapnya.

Mengenai banyaknya patahana kepala desa yang tumbang bahkan ada yang memperoleh suara dibawah calon pendatang baru. Menurut Kadispemdes, merupakan fenomena baru yang pada tahun tahun sebelumnya jarang terjadi.

“Kalau saya melihat, banyak hal. Bisa saja karena kinerja, progres pembangunan atau masyarakat memang mengharapkan ada pemimpin baru,” jelas Memet.

Hanya saja yang menarik pun terjadi di beberapa desa dengan adanya perolehan suara dua calon kades di Desa Cikawung, Kecamatan Tanjungsiang, mendapatkan suara yang sama drow.

Selain itu, perbedaan tipis perolehan suara terjadi di Desa Anggasari, Kecamatan yakni 1 suara sementara di Desa/Kecamatan Jalancagak terpaut tiga suara. Belum lagi ada calon yang bersaing suami dan isteri, serta bapak dengan anak.

Berdasarkan pantauan dilapangan, umumnya calon petahana yang terpilih kembali rata-rata yang berhasil membangun desanya. Sehingga tak ada yang berani melawan dan mereka terpaksa harus bersaing dengan keluarga sendiri seperti adik kakak, bapak dan anak bahkan suami istri.

Berdasarkan aturan tidak diperbolehkan ada calon tunggal sehingga mau tidak mau calon kades petahana yang tak ada lawan mengajukan lawan sendiri yang tak lain adalah keluarga sendiri seperti yang terjadi di Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan Calon Petahana harus bersaing dengan anaknya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here