Beranda Kesehatan Ini Alasan Kadisdik Purwakarta Usul Agar Pemerintah Membuat Kurikulum Darurat

Ini Alasan Kadisdik Purwakarta Usul Agar Pemerintah Membuat Kurikulum Darurat

11
0
Kadisdik Purwakarta, H Purwanto

Penulis: Red/*

PURWAKARTA,jabarkini.net-Pandemi Covid-19 telah berdampak pada sistem pendidikan di negeri ini. Misalnya pada proses belajar mengajar, kini dilakukan dengan cara jarak jauh atau daring.

Kondisi ini jelas membuat semua pihak yang terlibat, terutama guru dan peserta didik menjadi bingung lantaran harus berkegiatan pada sistem yang tak biasa.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta H Purwanto, seperti dikutif dari laman disdik.purwakartakab.go.id mengatakan, guru disituasi darurat pandemi, harus lebih kreatif.

“Kami menyadari, pembelajaran daring memiliki kelemahan-kelemahan. Namun demikian kita patut mencari cara untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan itu,” ujar H Purwanto saat memberi sambutan diacara Workshop bertajuk “Review KTSP Dalam Rangka Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Pemenuhan Standar Isi, Proses dan Penilaian Tahun Pelajaran 2020/2021”, di aula SMPN 1 Pasawahan, Senin (3/8/2020).

Sementara baru-baru ini, Kadisdik Purwanto menegaskan pihaknya mengusulkan supaya pemerintah yang dalam hal ini Menteri Pendidikan agar mengeluarkan kebijakan atau membuat kurikulum darurat.

Ini dimaksudkan sehubungan pada perubahan cara belajar mengajar akibat pandemi Covid-19, dimana dengan adanya kurikulum darurat para guru tidak merasa terbebani dengan keharusan pencapaian standar penilaian seperti pada saat situasi normal.

“Maksud dari kurikulum darurat ini, kan sekarang cara belajarnya juga serba darurat. Dimana guru dan siswa saling berjauhan. Jadi dengan kurikulum darurat guru juga tidak merasa terbebani. Misalnya harus memenuhi standar pencapaian nilai seperti saat normal,” terang Purwanto saat berbincang melalui sambungan telapon, Sabtu (8/8/2020).

Pun demikian lanjut Purwanto, dengan kebijakan belajar tatap muka bagi daerah yang berstatus zona hijau, hal itu tidak berarti kalau cara mengajarnya sama seperti disituasi normal. Dampak pandemi tetap saja mempengaruhi.

“Katanya bagi sekolah yang ada di zona hijau bisa melakukan belajar tatap muka. Iya benar. Tapi kan tetap saja, ada cara-cara yang dirubah. Misalnya, jam belajarnya dikurangi dan sebagainya. Ini artinya, cara itu tidak sama seperti disituasi normal,” jelasnya sekaligus menutup pembicaraan.(jk2)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here