Beranda Jabar Pendataan Orang Gila Sebagai Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU Purwakarta

Pendataan Orang Gila Sebagai Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU Purwakarta

384
0

Penulis : Wezzz

PURWAKARTA, JabarKini.net – KPU Purwakarta klarifikasi terkait adanya kabar tentang pendataan orang gila sebagai pemilih pada Pemilu 2019 oleh KPU yang kini terkesan menjadi konsumsi publik dengan multi tafsir.
Terkait kabar tersebut, KPU Purwakarta secara tegas dan mendetail jelaskan terkait hal dimaksud .

Divisi Program dan Data KPU Purwakarta, Iip Saripudin, mengatakan, bahwa memilih merupakan hak setiap warga negara, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemilih yaitu, 1 pada saat hari dan pemungutan suara usianya 17 tahun, 2 sudah menikah atau pernah menikah tidak tercatat di DPT daftar pemilih tetap.

“Nah itu kan kategori pemilih yang sudah memiliki hak pilih, lalu pertanyaannya Bagaimana kalau mengenai orang gila, didalam undang-undang itu tidak ada terminologi orang gila,” kata Iip kepada awak media, Senin (26/11/2108).

Menurutnya, adapun yang dimaksud KPU, kata Iip, adalah disabilitas mental atau tunagrahita, kategori disabilitas mental atau tunagrahita.

“Nah tunagrahita itu kan umum sifatnya, bukan hanya yang yang masuk kepada kategori orang gila, di dalamnya ada yang stres, yang memiliki penyakit penyakit psikologis misalkan phobia insomnia atau kurang tidur. Dan tidak selalu yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) itu orang gila,”papar Iip.

Dengan demikian, sambung dia, KPU berkewajiban memperhatikan hak pilih mereka (disabilitas/red).

“Masyarakat harus tau, jadi yang dimaksud gila disini bukanlah orang yang gila pada umumnya, namun tunagrahita atau disabilitas,” ujarnya. (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here