Beranda Jabar Pedagang Dadakan Mengeluh Omzet Turun

Pedagang Dadakan Mengeluh Omzet Turun

85
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Nasib pedagangbi dadakan di sepanjang jalur pantai utara di musim mudik Lebaran 2019 tak seberuntung tahun-tahun sebelumnya. Kini, para pedagang itu justru mengalami penurunan omzet lantaran semakin ketatnya persaingan.

Ditambah dengan pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Jawa berdampak buruk bagi usaha mikro di sepanjang jalur pantura. Di Karawang, misalnya, para penjual bantal empuk tidak lagi empuk dalam meraup keuntungan pada musim mudik lebaran 2019 ini,  pedagang mengaku omzetnya turun drastis hingga 70% sejak tol Trans Jawa dioperasikan.

Hampir semua penjual  khas Cikampek ini, mengeluhkan usahanya yang kian terpuruk. Sejumlah pedagang bantal segi emapt buat menambah empuk di tunggangan kuda besi  mengatakan, lesunya usaha mereka mulai dirasakan sejak adanya ruas tol  Cipali hingga Pejagan – Pemalang.

Salah seorang pedagang bantal,  Arie mengatakan stok barang pada musim mudik tahun 2018 mampu menjual bantal sekitar 4000  buah,  pada musim mudik tahun ini baru laku 1000 buah ,dijual dengab harga Rp25 000 perbuah.

Musim mudik tahu lalu, kata Arie masih berhasil meraup penghasilan Rp250.000 setiap harinya. Namun, pada musim mudik kali ini, penghasilannya menurun menjadi sekitar Rp90.000 sampai Rp100.000 setiap harinya.

“Tahun lalu sekali jualan habis dapat Rp250.000, sekarang turun, bisa setengahnya,kondisi penjualan yang sepi ,”ujar lelaki warga Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru. Senin (3/6)

Arie memprediksi banyaknya warga Cikampek yang menjadi pedagang dadakan di sepanjang jalur pantura menjadi salah satu penyebab menurunnya omzet. Selain itu, waktu libur yang cukup panjang juga membikin banyak pemudik berangkat lebih awal dari biasanya.

“Omzet penjualan bantan sudah tidak empuk lagi, ” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here