Beranda Jabar MUI Kabupaten Karawang,  Ajak Masyarakat Tidak Terpancing Provokasi

MUI Kabupaten Karawang,  Ajak Masyarakat Tidak Terpancing Provokasi

97
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Tokoh agama dan elemen masyarakat Kabupaten Karawang melakukan pertemuan silaturahmi atau Multaqo dalam rangka mewujudkan Indonesia damai yang  digelar di Aula Rumah Makan Lebak Sari Indah Karawang,  Barat. Dengan melaksanakan penandantangan kesepakatan untuk menjaga kondisifitas pasca Pilpres.

“Dalam acara itu, para pimpinan ormas Islam dan para cendekiawan   memaparkan dan menyerukan kedamaian, mempererat silaturahmi sesama anak bangsa, menjauhi pertengkaran, dan perpecahan,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Karawang,  Tajudin Noor,   Senin (21/5) usai acara  kepada media.

Tajudin menjelaskan, para ulama dan tokoh Agama akan berkomitmen dan sepakat menjaga kondusifitas Kabupaten Karawwng,  untuk Indonesia damai pascapesta demokrasi yang sudah digelar pada tanggal 17 April 2019 lalu.

“Kita ajak juga masyarakat untuk tidak terpancing dengan aksi yang inkonstitusional yang akan banyak menjadikan kemudlaratan dan membawa efek negatif sekaligus tidak sejalan dengan prinsip agama Islam yang cinta kedamaian,” kata dia.

Menurutnya, saat ini masyarakat harus diingatkan kembali semangat untuk terus menumbuhkan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika sekaligus menghindari segala bentuk provokasi, fitnah, dan kekerasan.

Dengan menaati perundang-undangan yang berlaku hal itu bertujuan sebagai bentuk hormat dan kepatuhan masyarakat kepada pemerintah.

“Pemilu sudah usai, sekarang saatnya kita menumbuhkan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Ketua MUI Kabupaten Karawang,  menilai gerakan “people power” seharusnya tidak perlu dilakukan karena hal itu merupakan tindakan yang lebih banyak membawa kemudlaratan daripada kemanfaatan.

Ia mengajak semua elemen untuk memberikan kepercayaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu dalam bekerja dan menghasilkan keputusan.

“Sebagai lembaga resmi, KPU sudah bekerja maksimal dan harus didukung dalam mengambil keputusan pada 22 Mei mendatang. Jangan sampai negara tidak kondusif apalagi sampai berantakan hanya gara-gara Pilpres,” katanya.

Ia menambahkan, siapapun yang akan terpilih merupakan ketetapan dari Allah SWT dan yang terbaik untuk Indonesia. Apalagi keputusan yang akan diambil oleh KPU dilakukan di bulan suci Ramadhan 1440 H.

“Tentu menurut akan menambah keberkahan untuk mewujudkan Baldatun Tahyyibatun wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here