Beranda Jabar Mahasiswa Pembunuh Bayi Berumur 24 Jam Ditangkap Polisi

Mahasiswa Pembunuh Bayi Berumur 24 Jam Ditangkap Polisi

224
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Motif pembunuhan bayi laki-laki yang baru berumur kurang 24 jam yang ditemukan warga terkubur dibelakang kebun rumah kontrakan di kali pandan RT 03/01 Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, pada Minggu (10/11) lalu, karena pasangan orangtua bayi merasa malu baru menikah satu bulan sudah punya anak.

“Ibu kandung bersama suami bayi laki-laki yang tega dikubur di kebun kosong berhasil diamanakan polisi,” kata Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya, Rabu (13/11) di Mapolres Karawang.

Kapolres Karawang mengungkapkan, Ibu bayi bernama Alfi Roihuljanah (19) berstatus Mahasiswi bersama suaminya Eggy Fauzul Ghofur (20) berstatus mahasiswa asal Sukoharjo. Keduanya ditangkap di Sukoharjo sehari setelah petugas mengungkap penemuan bayi yang sengaja di kubur kebun oleh dua pasangan suami istri yang masih berstatus mahasiswa.

“Mereka baru menikah satu bulan namun sudah melahirkan bayi laki-laki karena malu tega membuang dengan cara dikubur setelah melakukan upaya pembunuhan dengan cara dibekap,”katanya.

Diceritakan Alfi, ibu kandung bayi mengaku telah hamil duluan sebelum menikah dengan suaminya karena malu punya anak hamil diluar nikah. Setelah bayi keluar, Ia nekad membunuh bayi laki-laki dengan cara di bekap setelah tidak bernyawa lalu dibuang di kebun belakang rumah untuk menghilangkan jejak.

“Karena malu bayi yang dilahirkan merupakan hasil hubungan gelap dengan lelaki lain sebelum menikah dengan suaminya,”kata Alfi, sambil terisak menangis memyesali perbuatannya.

Dia menceritakan saat itu bayi keluar sendiri tanpa bantuan bidan, di sebuah toilet Masjid Al-Mufilhum yang berlamat di Desa Sukaluyu, hingga bisa keluar lalu upaya pembunuhan dilakukan dengan cara dibekap setelah tidak bernyawa lalu dibungkus kain putih dan dimasukkan kedalam tas setelah itu di kubur dikebun belakang rumah dengan bantuan suaminya dengan menggunakan cangkul dan linggis yang menjadi barang bukti.

Saat itu, kata Kapolres Karawang, warga digegerkan dengan penemuan bayi ditutup kain putih di kebun sudah dalam keadaan tidak bernyawa lalu melaporkan penemuan bayi tersebut ke pihak Polsek Telukjambe dan dari hasil pengembangan dan pemeriksaan saksi-saksi, maka petugas kepolisian mengarah kepada pasangan suami istri tersebut sebagai pelaku pembuang bayi yang melarikan diri ke rumah orangtua lelaki di Sukoharjo Jawa Tengah.

“Ibu dan bapak bayi tersebut masih mahasiswa diancam hukuman KUHPidana tentang perlindungan anak pasal 346,” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here