Beranda PURWAKARTA Lestarikan Budaya Adat Leluhur, Masyarakat Purwakarta Gelar Muru Indung Cai

Lestarikan Budaya Adat Leluhur, Masyarakat Purwakarta Gelar Muru Indung Cai

88
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Muru Indung Cai (Berburu mata air) dalam rangka rangkaian hari jadi Purwakarta ke 188 dan Kabupaten Purwakarta ke 51, digelar di Kecamatan Wanayasa.

Menurut camat Wanayasa, Jaya Pranolo, kegiatan ini salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, juga melestarikan adat budaya leluhur.

“Jadi di kecamatan Wanayasa itu ada kegiatan namanya muru Indung Cai. Nah, jadi muru Indung Cai ini kita mencari mata air yang ada di Kecamatan Wanayasa,” kata Jaya, saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Rabu (17/7/2019).

Selama 3 hari, tambah dia, ada 9 mata air yang dipilih dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Wanayasa. Dimana air adalah lambang keberkahan, kesuburuan dan kemakmuran, sehingga air harus diperlakukan dengan arif.

“Kita mengambil air dari 9 mata air tersebut dan di simpan dalam lodong (tempat air dari bambu). Nah Hari ini (Rabu,17/7/2019) nanti sore kita akan bahwa air yang kita ambil dari 9 materi itu ke Pemda Purwakarta dan akan diterima oleh Bupati dan Muspida,” kata Jaya.

Menurutnya, dengan kegiatan ini selain sebagai rangkaian hari jadi, sebetulnya kegiatan Muru Indung Cai ini diharapkan masyarakat Wanayasa khususnya dan masyarakat Purwakarta pada umumnya yang memiliki mata hari harus dapat menjaga kelestarian mata air di tempatnya masing-masing tentunya.

“Sebetulnya tidak hanya itu masyarakat pun harus menjaga hutan, menjaga lingkungannya dan menjaga alamnya sehingga mata air tetap ada dan tetap terlindungi.  Sehingga kebutuhan air untuk masyarakat itu terpenuhi dengan adanya mata air ini,” harapnya.

Jaya menambahkan, kegiatan Muru Indung Cai menjadi penting apabila  semua mengerti dan peduli akan makna dan manfaatnya.

“Secara sederhana, air bisa diartikan sebagai sebuah sumber kehidupan dan tanda dari adanya kehidupan. Menjadi sumber kehidupan karena setiap makhluk hidup di muka Bumi ini memerlukan air untuk bisa bertahan hidup. Sedangakan sebagai tanda kehidupan mengartikan bahwa di dalam tubuh manusia sebagian besarnya tersusun dari air. Sehingga saat tidak air, maka tidak aka nada kehidupan pada manusia,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut dia, dapat dipahami bahwa secara garis besar air merupakan senyawa yang memiliki peran penting dalam mendukung segala sisi kehidupan bagi makhluk hidup yang ada di permukaan Bumi ini.

“Dengan kegiatan Muru Indung Cai ini kita bisa menjaga kondisi jalur yang bersumber dari mata air agar tetap lancar. Dan ini pun untuk mengajak masyarakat bagaimana pentingnya merawat mata air untuk kehidupan manusia. Tak hanya itu Perlu disiapkan program-program pendukung untuk menunjang agar mata air berjalan dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Pada kegiatan Muru Indung Cai ini dihadiri Muspika Wanayasa, MUI Kecamatan Wanayasa, aparatur pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, juga masyarakat.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here