Beranda Jabar Krisis Air Bersih, Warga gunakan Air Keruh

Krisis Air Bersih, Warga gunakan Air Keruh

214
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Kemarau panjang di Karawang,warga terpaksa memanfaatkan air keruh yang diambil dari sumur-sumur kecil yang dibuat warga secara darurat di wilayah di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Karawwng,  mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa memanfaatkan air keruh yang diambil dari sumur-sumur kecil yang dibuat warga di badan sungai Cibenda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur-sumur kecil buatan wwrga di badan sungai Cibenda yang sudah mengering ini menjadi sumber satu-satunya yang masih diandalkan warga,” kata Ahmad,  Kamis (18/10)

Ahmad menuturkan setiap hari warga harus mengambil air dari sumur-sumur kecil yang digali warga sendiri, karena tidak ada sumber lain mengingat kondisi sungai dan sumber mata air lain sudah kering kerontang.

Sekedar untuk memenuhi kebutuhan air bersih,  kata Ahmad, warga terpaksa memanfaatkan air keruh meski kondisinya tidak layak konsumsi, warga terpaksa memanfaatkan air keruh ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti keperluan mencuci dan mandi.

“Untuk mendapatkan  satu ember air, harus menunggu hingga dua jam lamanya bahkan bisa lebih  sebelum di bawa pulang ” katanya.

Sementara untuk keperluan minum warga harus membeli air dengan harga enam ribu rupiah per-galon atau menunggu adanya bantuan air bersih yang berasal dari pihak swasta yang saat ini sudah jarang datang.

Bantuan air bersih yang dikirim setiap tiga hari sekali hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan bagi 20 kepala keluarga dari jumlah sebanyak 270 kepala keluarga yang berada di wilayah ini.

“Krisis air bersih yang terjadi di wilayah ini sudah berlangsung selama tiga bulan. krisis air bersih juga selalu menjadi ancaman di setiap musim kemarau seperti sekarang ini,” kata Yati, Ibu rumah tangga beranak dua.

Warga berharap pemerintah mencari solusi untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah ini,  apalagi musim kemarau diperkirakan masih berlangsung lama. Itu artinya warga akan semakin kesulitan mendapatkan sumber air bersih yang cukup.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here