Beranda Jabar KPW PRD JABAR Gelar Diskusi Pancasila dan Tantangan Abad 21

KPW PRD JABAR Gelar Diskusi Pancasila dan Tantangan Abad 21

126
0

Penulis : Roy

BANDUNG, jabarkini.net – Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik KPW – PRD Jawa Barat menggelar Diskusi  Menangkan Pancasila dan Persatuan Nasional dengan Tema,” “Pancasila dan Tantangan Abad 21 “ di cafe in & out jalan Burangrang Bandung, Minggu (25/8/2019).
Diskusi yg digelar ini dalam rangka memperingati HUT ke 74 RI ini menghadirkan 3 nara sumber, yakni Wakil Sekjen PRD  Binbin Firmasyah, cicit bung karno Arman Aditya dan Fadel dari GMNI.

Wakil Sekjen PRD  Binbin Firmasyah dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa Pancasila itu dinamis dan tidak kaku, banyak yang tidak memahami Pancasila, paling sederhana, ingat perkataan Bung Karno “Pancasila itu gotong royong”, maka rakyat dan pemerintah harus bersatu bergotong royong, jelasnya

Sementara cicit bung karno Arman Aditya menyampaikan Indonesia adalah rumah kita dan Pancasila dapat mempersatukan perbedaan suku, agama dan budaya yang berbeda-beda.

Masih menurut Arman “Pancasila bukan sebagai penghalang, Pancasila itu pemersatu perbedaan bangsa dan negara Indonesia”.

Kemudian “Pancasila itu merupakan gagasan nasionalisme kemanusian yang tidak ada batasan dari adat, suku dan budaya, dan kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi dan didital ini” ungkap Fadel dalam diskusi tersebut.

Ketua KPW PRD Jawa Barat, Iwan Chandra mengatakan kegiatan itu untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan dan rasa cinta terhadap tanah air.

” Saat ini bangsa Indonesia sedang berada dalam ancaman politik identitas yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945  dengan ajaran atau ideologi tertentu. ancaman ini sudah semestinya kita cermati dan tanggapi secara serius.
Karena itu diskusi ini untuk merekatkan dan menumbuhkan jiwa pancasila dan persatuan nasional di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” ujar Chandra di sela- sela diskusi.
Hal itu, kata dia, sebagaimana  cita – cita  dan tujuan  para pendiri bangsa, memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia 17  Agustus 1945 menyampaikan dengqn dua amanat kepada Bangsa Indonesia.

Pertama, mempertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar Pancasila. Yang kedua, mewujudkan masyarakat adil makmur, lahir batin.
Menurut Chandra, para pendiri bangsa kita telah meletakkan pancasila sebagai filosofi, sebagai dasar, sebagai pegangan sekaligus sebagai bintang arah bagi bangsa (bagi kepemimpinan nasional), maka dalam berdemokrasi prinsip-prinsip seperti : Ketuhanan, Kemanusiaan serta Keadilan, harus ditegakkan dalam menjaga marwah kepentingan nasional, dan berani bersikap tegas menolak liberalisme, kapitalisme dan imperialisme.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here