Beranda Jabar Komunitas masyarakat adat di jawa barat dukung joko widodo 2 periode

Komunitas masyarakat adat di jawa barat dukung joko widodo 2 periode

142
0

Penulis : Roy

BANDUNG, Jabarkini.net – Komunitas masyarakat adat di Jawa Barat menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019. Pasangan nomor 01 ini dianggap lebih mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang saat ini terancam oleh isu global khususnya ideologi transnasional.

Hal ini diungkapkan sesepuh Kabuyutan Gegerkalong, Abah Yusuf saat menerima kunjungan Cakra 19, salah satu relawan pendukung Joko Widodo-Maruf Amin, di Padepokan Kabuyutan Gegerkalong, Bandung, Senin (14/1) malam. Kelompok pendukung ini merupakan gabungan purnawirawan TNI yang memiliki kepedulian terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Yusuf menjelaskan, Indonesia lahir dari keragaman di masyarakatnya baik suku, budaya, bahasa, dan agama. Keberadaan Pancasila sebagai ideologi negara sudah sangat tepat sehingga tidak bisa diubah lagi.

“Untuk mempersatukan bangsa ini dengan menghormati kebinekaan, keberagaman. Perilaku kita harus NKRI, hormat-menghormati. Saling memposisikan pada posisi masing-masing,” katanya.

Oleh karena itu, menurutnya negara pun harus hadir untuk melindungi perbedaan yang ada di masyarakat demi utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. “Negara harus melindungi. Bineka Tunggal Ika sudah sezaman dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” kata Yusuf.

Dia menilai Joko Widodo merupakan sosok yang mampu menjaga keragaman bangsa. Sebagai seorang nasionalis, menurutnya politisi PDI Perjuangan itu akan berdiri di atas semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Orangnya juga bersih, sederhana, lugas, mau belajar tentang tata kelola negara,” katanya. Yusuf manambahkan, masyarakat harus dewasa dan tidak mudah terpecah belah oleh berbagai isu yang muncul belakangan ini.

“Mari kita sama-sama menjaga NKRI dari rongrongan dari dalam dan luar negeri. Siapa lagi yang mau menjaga kalau bukan putra-putr pertiwi,” katanya.

Selain itu, dia juga meminta masyarakat agar senantiasa menghormati pemimpin negara. Ini pun, lanjutnya, sesuai dengan tuntunan Islam selaku agama yang paling banyak dipeluk penduduk Indonesia.

“Tidak boleh ada yang menghina Presiden. Mustikanya para nabi dan rasul yaitu Nabi Muhammad SAW. Presiden itu mustikanya negara,” katanya.

Terlebih, menurutnya Presiden Joko Widodo sudah sah secara konstitusi untuk memimpin negara saat ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama melalui Pemilu Presiden 2014. “Kepala negara dihina, enggak boleh. Itu hasil musyawarah mufajat dari seluruh bangsa ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Cakra 19, Letjen. (Purn) Eko Wiratmoko, menilai, pemahaman tentang nasionalisme dan Pancasila harus kembali ditegakkan pada saat ini. “Kami merasa pembangunan dan keutuhan NKRI perlu ditegakkan. Jangan sampai ada khilafah yang menang,” katanya.

Menurutnya akan berbahaya jika konsep transnasional itu dibiarkan dan tumbuh kembang di Indonesia. “Ini bahaya. Kita sudah membentuk negara ini susah-susah, seluruhnya dengan (semangat) Bineka Tunggal Ika. Jangan lagi dipecah oleh khilafah, yang suka mengafir-ngafirkan orang,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Eko, pihaknya akan terus mencari dukungan untuk Joko Widodo serta menyosialisasikan pentingnya nasionalisme di masyarakat. “Alhamdulillah Kabuyutan gabung mendukung Pak Jokowi. Di Jawa Barat Pak Jokowi kudu (harus) menang,” katanya.

Ketua Divisi Khusus Cakra 19, Budi Santoso, menyebut, pihaknya memiliki sejumlah strategi untuk memenangkan pasangan nomor 01 tersebut. Salah satunya dengan merangkul pemilih yang berpegangan kuat terhadap kearifan lokal sepert komunitas masyarakat adat.

Terlebih, menurutnya dengan menyasar komunitas masyarakat adat ini cukup ampuh untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. “Kami percaya, pesta demokrasi ini bukan arena untuk memecah belah, tapi memersatukan bangsa agar Indonesia lebih maju. Keyakinan kami, Insyaallah Pak Jokowi dua periode,” katanya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here