Beranda Jabar Klinik Johar Baru Diputus Kontak Layanan BPJS Kesehatan

Klinik Johar Baru Diputus Kontak Layanan BPJS Kesehatan

333
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memutus kontrak sejumlah rumah sakit (RS) dan klinik,  RS dan Klinik yang diputus kontrak itu tidak bisa lagi menerima pasien yang berobat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

Akibat adanya pemutusan kontrak Klinik Johar Baru yang berada di Jalan Alteri Johar, Karawang harus kehilangan dana kapitasi dari jumlah peserta BPJS yang berjumlah sekitar 7.800 yang terdaftar di klinik tersebut selama kurun waktu 2014-2018.

“Setelah diputus kontrak per 1 Januari 2019 , pendapatan dari dana kapitasi bagi perawat dan dokter secara langsung menurun drastis, ” kata Ratih, kepala bagian administrasi. Senin (7/1).

Ratih mengatakan sebelum adanya pemutusan kontrak dengan BPJS Kesehatan,  jumlah pasien pengguna BPJS dalam setiap harinya bisa mencapai 150 orang pasien dalam sehari,  namun kini hanya pasien umum,  karena sudah tidak lagi menerima pasien peserta BPJS.

“Sejak 1 Januari lalu ,pasien BPJS dialihkan ke klinik Siti Khodijah, jadi kami tidak lagi menerima pasien BPJS, ” katanya.

Ratih mengakui dengan adanya persyaratab akreditas oleh pihak BPJS Kesehatan, belum bisa terpenuji sehingga faseks yang diputus kontrak itu belum memenuhi persyaratan akreditasi.

“Akreditasi belum sesuai regulasi yang menjadi syarat wajib kerjasama dengan BPJS Kesehatan, ” imbuhnya.

Diharapkan kedepannya dapat memenuhi syarat tersebut agar dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, dan ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri, karena sertifikat akreditasi merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit dan klinik yang melayani Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

“Kedepannya kami bisa lagi melayani Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here