Beranda Ekonomi Bisnis Hewan Kurban Ditengah Pandemi Bikin Omzet Menurun. Disnakan Purwakarta juga Ingatkan...

Bisnis Hewan Kurban Ditengah Pandemi Bikin Omzet Menurun. Disnakan Purwakarta juga Ingatkan Pengujung Selalu Pakai Masker dan Jaga Jarak

7
0
Sekretaris Dinas Peternakan Purwakarta, Ade Muhamad Amin

Penulis: Red/*

PURWAKARTA,jabarkini.netKurang dari sepekan perayaan Idul Adha 2020 atau 1441 Hijriah, Pasar Hewan Kabupaten Purwakarta ramai dengan transaksi jual beli.

Namun sayangnya, bisnis jual beli hewan kurban ditengah Pandemi Covid-19 ini masih belum diikuti oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga diri dari penularannya. Terbukti, disini masih banyak pengunjung yang tidak mengenakan masker.

Untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19, petugas pasar hewan terus mengingatkan para pengunjung agar disiplin mengenakan masker saat bertransaksi.

“Kepada para pengunjung anda diwajibkan mengenakan masker dan jaga jarak untuk keamanan dan kenyamanan. Patuhi protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” ujar seorang petugas sambil jalan berkeliling menggunakan pengeras suara, megaphone.

Kegiatan tersebut juga turut dimonitor oleh Sekdis Peternakan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta, Ade Muhamad Amin.

“Kami terus memonitor aktifas di pasar ini, terutama sekarang menghadapi hari raya Idul Adha aktifitas di pasar hewan ini cukup ramai, jadi kami melakukan pemantauanya dengan ekstra,” ujar Ade Muhamad Amin saat ditemui disela kegiatan monitoring di Pasar Hewan Purwakarta, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut dikatakan, penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Purwakarta ini meningkat hingga 40 persen dibandingkan hari biasanya. Kenaikan ini terutama pada hewan jenis sapi.

Namun menurutnya, kenaikan dimaksud bukan dilihat dari segi omzet penjualan pedagang. Kenaikan ini hanya dilihat dari perbandingan antara sekarang saat menghadapi Idul Adha dan hari biasa.

“Kami disini hanya melihat dari segi perbandingan antara sekarang saat menghadapi hari raya Idul Adha dengan hari biasa. Nah, kalau soal omzet pendapatan itukan hanya penjual yang tahu,” tandas Ade.

Ditempat terpisah, salah seorang bandar sapi asal Jawa Timur, Dargo mengakui, pandemi Covid-19 telah berdampak pada bisnisnya. Katanya, dalam dua bulan terakhir ini dirinya baru mengeluarkan 900 ekor sapi.

“Padahal biasanya, apalagi ini sudah mau dekat Idul Adha saya bisa mengeluarkan sampai 1000 ekor,” ujarnya.(jk2)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here