Beranda Jabar KEMARAU!!! BERKAH BAGI PENJUAL AIR BERSIH

KEMARAU!!! BERKAH BAGI PENJUAL AIR BERSIH

230
0
Warga sedang membeli air bersih

Penulis : Erlan

Purwakarta, Jabarkini.net Musim kemarau yang saat ini terjadi di sebagian tanah air, termasuk di Purwakarta. Berdampak pada krisisnya air bersih bagi warga itu sendiri untuk keperluan sehari harinya, namun di musim kemarau justru ada berkah tersendiri bagi para penjual air bersih di purwakarta.

Salah satunya di kecamatan Kiarapedes, sebagian wilayah di kecamatan ini akibat musim kemarau warga di krisiskan dengan kekurangan air bersih, karena pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat ini tidak sama sekali mengalir ke rumah warga. Hal ini membuat sebagian warga harus menggunakan sarana dan prasarana pemandian air umum, kondisi ini masih dirasakan dan terjadi di Desa Cibeber Kecamatan Kiarapedes.

Namun di balik krisisnya air bersih bagi warga, justru ada berkah tersendiri bagi sebagian para penjual air bersih di saat musim kemarau, bagai mana tidak,warga yang sudah lelah dan cape untuk pergi dan harus antri di pemandian umum lebih memilih membeli air bersih meski air yang di beli nya cukup lumayan dan hanya bisa mencukupi kebutuhan selama tiga hari saja.

Hal ini dirasakan Anif (41) warga Kampung Gandasoli Desa Babakan Kecamatan Wanayasa Purwakarta ini perharinya bisa menjual sebanyak tujuh hingga delapan ribu liter, dengan kapasitas seribu liter pertornnya dengan harga enam puluh ribu rupiah.

Sementara air bersih yang di jualnya diambil dari sumber mata air cigandasoli yang dimilikinya dengan ditampung menggunakan bak penampungan terlebih dahulu.

” alhmdulilah, di musim kemarau saat ini orderan air bersih yang saya terima lumayan cukup banyak, sehari bisa mengirim ke konsumen hingga delapan kali kiriman, musim kemarau ini memang berkah juga bagi saya dibandingkan saat saat musim penghujan, ” tambahnya.

Sementara Rasidi (42) salah seorang warga mengatakan tidak jarang dia membeli air bersih setiap minggunya, karena beralasan untuk keperluan memasak dan disaat darurat untuk mck saja, meski harus menambah lagi beban biaya buat pembelian air bersih.

” ya harus gimna lagi atuh, semuanya harus dilakukan untuk keperluan sehari harinya,meski harga setiap kali pembelian harus mengocek uang sebesar enam puluh ribu rupiah per seribu liternya, itupun hanya bisa terpakai selama tiga hingga empat hari saja,” ungkapnya.

Kini warga berharap adanya bantuan dari pemerintah kabupaten untuk memberikan bantuan air bersih.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here