Beranda Hukrim Kejari Geledah Kantor BAKD. Siapa Sebenarnya Yang Dicari?

Kejari Geledah Kantor BAKD. Siapa Sebenarnya Yang Dicari?

176
0

Penulis : Gunawan

SUBANG, jabarkini.net – Tim Kejaksaan Negeri Subang telah melakukan penggeledahan terhadap kantor Badan Anggaran dan Keuangan Daerah (BAKD), Rabu (10/10), kemarin.

Terkait hal tersebut, pihak Kejari masih belum memberikan keterangan. “Nanti saja. Ini kan masih tahap pemeriksaan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Subang, Faizal Akbar dalam sambungan telepon.

Seperti diketahui saat penggeledahan berlangsung, 8 orang tim dari Kejari menyisir setiap titik yang diduga dijadikan tempat dokumen-dokumen penting. Penggeledahan sendiri berlangsung sekitar 3 jam—dan tim keluar dengan membawa sejumlah berkas.

Kepala BAKD Syawal mengaku tidak tahu apa yang sebenarnya dicari oleh tim dari Kejari itu. “Kalau minta ijin untuk menggeledah memang iya. Tapi soal apa yang dicari saya tidak tahu. Coba aja tanya ke Kejaksaan langsung,” ujar Syawal kepada wartawan.

Terkait penggeledahan, sejumlah pihak menduga, ini erat kaitannya dengan keberadaan BPR Syariah (BPRS) Gotong Royong yang akhir-akhir ini dinyatakan tengah kolap, sebab beberapa pekan lalu, diketahui Kejari telah memeriksa dua orang kepala dinas.

(BPRS) Gotong Royong merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejak berdiri masa kepemimpinan Bupati Ojang Sohandi tahun 2013 lalu, BPR tersebut dikabarkan tak pernah memberikan laporan menggembirakan. Alih-alih belakangan pihak manajemen meminta Pemda Subang kembali memberikan suntikan dana dengan alasan penyelamatan. Tidak sampai disitu, bahkan pihak manajemenpun dikabarkan mulai membuka diri bagi investor.

Kepala Bapenda Subang, Dadang Kurniadin yang dikonfirmasi wartawan membenarkan, bahwa Pemda berencana mengucurkan suntikan dana. Namun sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), apakah memang BPR tersebut perlu diselamatkan atau pasrah menerima ‘hukuman’ likuidasi.

Terkait ‘kolapnya’ (BPRS) Gotong Royong, Kejari Subang pun turut memberi perhatian. Satu per satu pejabat Pemkab Subang yang diduga terlibat dengan keberadaan (BPRS) Gotong Royong, diperiksa. Namun sayangnya, sejauh ini pihak Kejari belum bisa memberikan penjelasan.(jk2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here