Beranda Jabar Karawang Darurat Lingkungan, Aktivis Lingkungan Turun Aksi

Karawang Darurat Lingkungan, Aktivis Lingkungan Turun Aksi

74
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Ratusan aktivis lingkungan hidup dan Mahasiswa turun kejalan menyuarakan krisis lingkungan yang semakin parah meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam karena sumber daya alam diekploitasi hingga mengalami degradasi kualitas lingkungan hidup.

Koordinator aksi, Rere mengatakan permasalahan lingkungan hidup setiap tahun terus mengalami penurunan kualitas khususnya masalah ekologis yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Karawang, dan mengalami kerusakan lingkungan hidup secara masif sejak 2014.

“Alam Karawang setiap tahun terus mengalami penurunan kualitas alih fungsi lahan terus terjadi dari lahan teknis menjadi pemukinan dan industri, ” kata Rere, Rabu (9/10) saat aksi berlangsung.

Rere juga menerangkan bukan saja terjadi alih fungsi lahan juga adanya penambangan akibat adanya ekploitas sember daya alam di Karawang Selatan menjadi lahan incaran investor yang merusak hutan dan gunung dengan cara batu gamping dan batu andesit ditambang terus-terusan yang mengakibatkan masyarakat menjadi korban tidak adanya sumber mata air.

Hal lainnya, kata Rere, adanya pencemaran sungai akibat limbah industri yang dibuang ke sejumlah sungai seperti sungai Citatum, Cibeet dan Sungai Cilamaya berubah fungsi manjadi kolam pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang membahayakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia.

“Lingkungan hidup di Karawang sudah dalam kondisi darurat lingkungan mulai dari sawah ,pegunungan hingga laut tercemar oil , ” tegasnya.

Selain itu kata Rere, Karawang sudah menjadi lokasi pembuangan limbah import yang berada di Desa Tamanmekar dan Desa Tamansari,Kecamatan Pangkalan, yang sengaja dibuang oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Sampah import juga sudah masuk Karawang, padahal sampah tersebut mengandung B3,” tandasnya.

Untuk itu, aktivis lingkungan hidup dan Mahasiswa meminta pemerintah daerah untuk segera menghentikan seluruh kegiatan dan tidak mengeluarkan ijin bagi perusahaan yang akan merusak lingkungan hidup dan meminta serta mendorong Bupati Karawang untuk malakukan upaya hukum atas kelalaian adanya tumpahan minyak milik Pertamina ONWJ karena selama ini kebocoran oil spill, pihak Pertamina tidak pernah terbuka.

“Saya meminta Bupati Karawang, untuk melakukan pemberian ijin yang akan merusak lingkungan hidup, ” tutupnya.

Dalam aksinya sejumlah masa aksi membawa poster dan spanduk yang mengecam kebijakan pemerintah daerah yang yang tidak peduli terhadap lingkungan hidup.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here