Beranda Jabar Kang Emil Janji Revitalisasi DAS Citarum Hingga 7 Tahun

Kang Emil Janji Revitalisasi DAS Citarum Hingga 7 Tahun

186
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Sungai Citarum dianugerahi predikat sebagai sungai terkotor didunia, yang mengacu pada tingginya tingkat pencemaran di sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat ini.

Predikat memalukan itu memang tidak terbantahkan. Secara kasat mata, badan Sungai Citarum dipenuhi berbagai macam sampah, mulai sampah plastik hingga bangkai hewan. Namun predikat yang diberikan oleh organisasi luar negeri itu tidak membuka mata para pejabat di Indonesia untuk segera mengatasi pencemaran Sungai Citarum.

Bertahun-tahun setelah dijuluki sungai terkotor di dunia, kondisi Citarum bukannya membaik malah semakin memburuk. Sungai Citarum telah berubah menjadi kakus raksasa.karena banyaknya pembuangan sampah domestik, rumah tangga hingga limbah industri.

“Pemerintah daerah bukannya berdiam diri atas kondisi pencemaran Sungai Citarum. Pada 2013, Pemerintah Jawa Barat sempat membentuk Forum DAS Citarum guna memperbaiki kualitas air di sungai yang bermuara di Situ Cisanti.  Bahkan, Gubernur Jawa Barat sebelumnya waktu itu memasang target air Sungai Citarum bisa diminum di tahun 2018,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Sabtu(29/12) saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya di Karawang.

Revitalisasi sungai Citarum yang memiliki luas 12 ribu kilometer persegi ini. Dana yang digelontorkan pun  tidak sedikit. telah terserap untuk proyek-proyek Sungai Citarum. Namun, Sungai Citarum malah semakin kotor.

“Pemprov Jabar, mengusahakan pemulihan terus-terusan setiap tahun dari berbagai pihak.  Tentu dampaknya ada, meskipun dipandang kecil dampak itu,karena kurangnya kepemimpinan dalam menyelesaikan DAS Citarum, ” paparnya.

Kondisi Sungai Citarum yang masih tercemar berat mendorong Ridwan Kamil sapaan Akrab Kang Emil, memgatakan ia akan turun tanga menyelesaikan persoalan Citarum karena belum berhasilnya mengatasi Citarum lantaran kerja setiap lembaga, pemda, dan pemerintah pusat belum terintegrasi. Pernyataan ini seperti menegaskan, berbagai program yang diluncurkan untuk mengatasi pencemaran Citarum beberapa tahun ke belakang, dinilai gagal.

“Kuncinya ada di integrasi. Semua kementerian lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, harus semuanya. Kami harapkan, integrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, betul-betul nyata dan bisa kita kerjakan di lapangan, Saya kira, ini menyangkut generasi kita ke depan,” kata Kang Emil.

Kang Emil menyakinkan kalau ini bisa kita integrasikan, perkiraan saya tujuh tahun ini bisa kita selesaikan dengan baik, Tujuh tahun memang bukan waktu yang sebentar, tapi untuk mengatasi pencemaran Sungai Citarum yang memiliki masalah sangat kompleks, pemerintah merasa perlu bergegas. Secara marathon, pemerintah provinsi dan semua pihak terkait akan menggelar rapat koordinasi membahas berbagai langkah strategis

“Tujuh tahun memang waktu yang sangat panjang, tapi apa pun harus kita kerjakan ,dengan kepemimpinanya akan terus berjuang merevitalisasi sungai Citarum demi anak cucu kita,”tuturnya.

Program revitalisasi Citarum kali ini juga melibatkan seluruh walikota dan bupati yang wilayahnya dialiri Sungai Citarum. Steakholder lainnya, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS), BBWS Citarum, PTPN, Perhutani, dan Balai Konservasi Sumber Daya Air (BKSDA), LSM Peduli lingkungan dan masyarakatpun dilibatkan.

“Kami berharap dalam rangka mengendalikan erosi dan lingkungan, kami mohon dukungan kepala desa, masyarakat, dan komunitas untuk memotivasi dan mengajak bersama-sama seluruh warga desa, sehingga gerakan penyelamatan dan pemulihan dapat terus menular antar warga,” pungkas Kang Emil.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here