Beranda Jabar Jaringan Tembakau Gorila Dirinngkus Satnarkoba Polres Karawang

Jaringan Tembakau Gorila Dirinngkus Satnarkoba Polres Karawang

342
0

Penulis. : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Petugas Satnarkoba Polres Karawang, berhasil mengungkap empat pelaku pengedar narkotika jenis tembakau gorilla. Keempatnya diamankan polisi di empat lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Karawang.

Tersangka Chrysnanda Pamungkas (23), Hinawan Rizki (25),Frendy Aji (25), dan Kevin (26), keempat tersangka diamankan bertikut barang paket tembakau Gorilla siap edar serta serta 4 unit HP.

“Keempat tersangka diamankan di empat lokasi berbeda, merupakan satu jaringan peredaran narkotika jenis tembakau gorilla,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya, Senin (15/10).
dalam ekspose yang digelar di Mapolres Karawang.

Slamet Waliya menjelaskan pengungkapan jaringan tembakau gorilla bermula dari tertangkapnya satu pengguna saat menunggu kiriman barang haram setelah bertransaksi melalui online di media sosial .Dari tersangka yang berprofesi buruh ini, petugas mengamankan satu paket tembakau gorilla.

“Dalam pemeriksaan tembakau gorilla seharga Rp 3 jutaan tersebut diakui dibeli dari bandar dari Jakarta tang kini dalam pengejaran petugas bekerjasama dengan Polda Metro,” ujar Kapolres Karawang.

Berbekal informasi itu dilakukan penyelidikan. Bandar bernama Enang warga Adiarsa Barat, Karawang itu, berhasil mengungkap dan menangkap jaringan bandar melalui medsos Instagram.

“Saat Penggeledahan ditemukan 50 gram tembakau gorila siap edar yang sudah dibuat perpaket siap edar ,dijual dengan Rp50 ribu satu bungkus tembakau Gorilla. Pengedar
mengaku barang tersebut didapat dari Jakarta,” bebernya.

Berdasarkan pengakuan salah satu bandar tembakau Gorila , Kevin , narkotika itu dibeli secara online melalui akun media sosial (medsos). Dan barang tersebut dipesan di Jakarta.

“Tembakau gorilla itu dipesan melalui akun Instagram. Setelah terjadi transaksi melalui transfer, tersangka mengambil barang pesanan di lokasi yang di tentunkan. Jadi antar tersangka dan bandar tidak mengenal secara langsung,” jelas Kevin.

Para tersangka dijerat dengan Undang -undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika ,pasal 114 ayat (1) Jo 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here