Beranda PURWAKARTA Jangan Terlena, Plered yang Dikenal Kota Santri Justru Zona Merah Narkoba

Jangan Terlena, Plered yang Dikenal Kota Santri Justru Zona Merah Narkoba

149
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.Net – Tekan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, Polres Purwakarta terus lakukan cara jemput bola dengan melakukan sosialisasi dan datang langsung menemui masyarakat.

Dikatakan Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP Heri Nurcahyo, Hal tersebut penting dilakukan mengingat terjadinya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di masyarakat saat ini, salah satunya akibat kurangnya nya pemahaman juga minimnya kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian sehingga informasi yang berkaitan dengan narkoba sering tersendat.

”Ya selama ini kita (red-polisi) minim informasi sebab itu kita minta peran aktif masyarakat sebab masalah Narkoba itu tanggung jawab kita bersama dan tidak bisa dilakukan atau hanya mengandalkan TNI/Polri saja” Kata AKP Heri Nurcahyo, Saat melakukan Sosialisasi Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Aula Desa BabakanSari, Kec Plered. Rabu (20/2/2019)lalu.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Heri, mengatakan, hingga saat ini peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Purwakarta terbilang kritis termasuk di kecamatan Plered yang dikenal selama ini sebagai Kota Santri sebagai salah satu wilayah zona merah peredaran Narkoba.

”Di Indonesia saat ini semua daerah berpotensi terpapar dan menjadi target peredaran Narkoba, termasuk daerah Plered yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri, itu tidak menjamin bersih dari Narkoba” ujar Heri.

Lebih jauh ditambahkan Heri, Wilayah Plered menjadi daya tarik peredaran Narkoba justru karena selama ini di Purwakarta sebagai salah satu pusat keagamaan dan pondok pesantren.
Dengan demikian, dirinya meminta masyarakat dapat mengenal lebih jauh segala hal yang berkaitan dengan narkoba, diantaranya mulai dari mengenali jenis dan bahaya dari narkoba itu sendiri. Dan terpenting cepat melapor ke pihak terkait jika ada indikasi atau menemukan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

”Jangan terlena, justru wilayah yang dinilai kuat aqidah agamanya, itulah target utama peredaran Narkoba” jelas Heri.

Dikesempatan yang sama, Kepala Desa Babakansari Yaya Sunarya, mengatakan, Sosialisasi Narkoba di tengah masyarakat sangat penting dan hal sangat positif. Bahkan untuk menindak lanjuti pihak kepolisian, Yaya Sunarya bertekad sosialisasi tersebut akan dilanjutkan ke masyarakat dengan mengandeng Bamusdes dan membuat PerDes tersendiri terkait Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Babakansari, sehingga target Desa Babakansari menjadi Desa percontohan bersih dari Narkoba (Bersinar) pun dapat terwujud.

”Sosialisasi Narkoba seperti ini akan segera di tindak lanjuti, kita akan gandeng Bamusdes da segera dibuatkan Perdes terkait sanksi – sanksi jika ada warga yang terlibat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba” ujar Yaya Sunarya.

Diketahui, selain dihadiri oleh aparatur dan puluhan masyarakat Desa Babakansari, nampak hadir dalam Sosialisasi P4GN tersebut Kapolsek Plered, Sekcam Plered dan tokoh agama serta karang taruna desa setempat.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here