Beranda Jabar Siswa SMAN 2 Subang Gelar Aksi Mogok Belajar. Ada Apa?

Siswa SMAN 2 Subang Gelar Aksi Mogok Belajar. Ada Apa?

8
0
Izet : Tedi Hanurawan

Penulis : Gunawan

SUBANG, jabarkini.net – Pemandangan yang tak biasa terjadi di SMAN 2 Subang. Senin (18/11/2019), di sekolah tersebut terlihat banyak aparat. Ada Pol PP ada juga Polisi bersenjata lengkap. Ada apa?

Menurut informasi, hari itu siswa disana tengah berunjuk rasa terkait kebijakan dan sekaligus mempertanyakan soal keuangan sekolah. Dalam kasus ini pula, pihak sekolah dinilai tidak transfaran dalam hal pengelolaan keuangan, terutama Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Aksi para siswa tersebut ditandai dengan mogok belajar. Itu dilakukan selepas upacara bendera dimana para siswa tidak langsung masuk ruang kelas melainkan duduk diluar ruang kelas, dipinggir lapang upacara. Intinya mereka seperti ogah mengikuti kegiatan belajar mengajar alias mogok.

Ketegangan di SMAN 2 Subang tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun para siswa tak bisa berbuat apa-apa. Aksi di hari Senin (18/11/2019) itu, boleh jadi sebagai puncak dari kemarahan mereka.

Sementara saat dikonfirmasi, kepala SMAN 2 Subang melalui Pembantu Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan, Tedi Hanurawan tak menafik adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan siswanya. Namun kata dia, kini masalahnya telah selesa.

Tedi pun menolak jika hal tersebut disebut unjuk rasa. Kata dia, ini hanya beda cara pandang saja. Para siswa tidak memahami kondisi sekolah sekarang yang minim anggaran.

“Kalau dulu kan jumlah kelas di SMAN 2 Subang ini ada 15 dengan jumlah siswa hampir 150 orang, tapi sekarang hanya ada 12 kelas dengan jumlah siswa sekitar 120 orang. Ditambah SPP juga tetap saja tidak mencukupi. Sedangkan mereka (siswa) ini maunya disamakan dengan tahun sebelumnya,” ujar Tedi di ruang kerjanya, Selasa (19/11/2019).

Saat ditanya apakah dalam setiap kegiatan, sekolah selalu meminta bantuan dari siswa? Tedi Hanurawan menefisnya. “Ah ngga selalu. Ada yang minta bantuan siswa tapi banyak juga yang menggunakan anggaran sekolah,” imbuhnya.

Lanjut Tedi, hal lain yang memicu ketidaknyambungan antara siswa dan pihak sekolah, yaitu soal kegiatan Eskul PKWU. Dimana di Eskul tersebut siswa diminta untuk berjualan. “Kalau menurut saya ini kan bagian dari belajar juga. Jadi kan belajar itu bukan hanya matematika saja. Karena ada mata pelajarannya, jadi dalam hal ini sekolah seolah-olah mendukung. Ini kan bagus juga ya pak,” katanya.

Untuk diketahui, protes siswa di SMAN 2 Subang tersebut baru kali ini terjadi, sejak sekolah itu di pimpin oleh H Bagja Gumelar. Sebelumnya di sekolah yang masuk dalam daftar pavorit tersebut aman-aman saja.(jk2)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here