Beranda Jabar Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Kembali Temui Pedemo di Gedung Sate

Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Kembali Temui Pedemo di Gedung Sate

4
0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menemui mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/10/19).

Penulis : Red

BANDUNG, jabarkini.net – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/10/19). Turut mendampingi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

Dalam pertemuan tersebut, Emil –demikian Ridwan Kamil disapa—menampung seluruh aspirasi mahasiswa. Ada tiga aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa kepada Emil. Aspirasi pertama berkaitan dengan penolakan RUU KPK, RKUHP dan RUU Pertanahan.

“Poin yang mereka sampaikan sama meminta yang diprotes ini disampaikan ke pemerintah pusat, yaitu terkait penolakan Revisi Undang-Undang KPK dan RKUHP dan RUU Pertanahan,” kata Emil.

Kemudian, mahasiswa meminta aktivis dan mahasiswa yang ditahan pihak kepolisian untuk segera dipulangkan. Menurut Emil, dirinya akan menyampaikan dua aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat pada Rabu (2/10).

“Kebetulan saya ada jadwal besok ke Jakarta mudah-mudahan gabungan dari aspirasi mahasiswa yang demo sebelumnya akan saya sampaikan ke pusat sesuai amanatnya,” ucapnya.

Selain itu, mahasiswa pun meminta Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar membantu pengobatan mahasiswa yang terluka saat demo beberapa hari lalu. Emil menegaskan, pihaknya telah melakukan pertolongan dengan menurunkan tim kesehatan dari Jabar Quick Response.

“Mereka juga meminta dibantu pengobatan mahasiswa yang terluka, saya kira sudah dibantu dilakukan pengobatan lewat tim kesehatan Jabar Quick Response, mereka tiap hari siap di sana (lokasi demontrasi),” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Emil berpesan kepada mahasiswa agar menyalurkan aspirasi sesuai dengan regulasi, tidak ada provokasi, dan unjuk rasa selesai pada pukul 18:00 WIB. Jika tiga hal itu dilakukan, dia yakin tidak akan ada gesekan manakala unjuk rasa berlangsung.

“Pesan dari saya silakan menyampaikan unjuk rasa tapi tetap dalam koridor taat hukum, tidak ada provokasi lewat pelemparan batu dan berakhir sesuai jadwal jam enam sore. Terjadinya gesekan biasanya karena hal tadi dilanggar,” ucapnya.

Setelah menemui dan menyalurkan aspirasi kepada Emil dan Uu, mahasiswa langsung membubarkan diri dengan tertib. Selain itu, mahasiswa pun mengapresiasi langkah Emil dan Uu untuk menemui dan mendengarkan aspirasi. (jk3)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here