Beranda Jabar Kemarau, Ratusan Hektar Sawah Di Karawang Gagal Panen

Kemarau, Ratusan Hektar Sawah Di Karawang Gagal Panen

5
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Petani di Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, Karawang, kehilangan mata pencaharaian akibat kekeringan kemarau  panjang tahun ini hampir seluruh areal sawah tidak mendapatkan pasokan air.
Pasalnya hampir semua lahan persawahan di sejumlah wilayah di Kecamatan Banyusari kekeringan Kondisi ini membuat para petani padi terancam gagal tanam.

“Setiap musim tanam gadu, dipastikan tidak bisa menanam padi karena kurang pasokan air, “kata Waslan, Petani Desa Pamekaran, Kamis (12/9).

Para petani mengaku pasrah dengan kondisi seperti saat ini areal tanah sudah retak-retak karena kekeringan sudah tidak bisa diolah lagi akhirnya kami dipastikan gagal panen.

“Mau bagaimana lagi pak,lahan dan tanaman kami sudah dipastikan tidak bisa di olah lagi. Tanah sudah meretak karena kering,” tandasnya.

Kepala Desa Pamekaran, Muhamad Holil mengatakan area pesawahan sekitar 295 hektare tidak bisa tanaman padi dan gagal panen, para petani kehilangan mata pencaharian akibat kondisi kekeringan. Faktornya akibat kurangnya pasokan air saat kemarau panjang.

“Seluruh area sawah ada 295 hektare, dan yang paling parah ada sekitar 150 hektare tidak mendapatkan pasokan airPadi warga kami bisa dipastikan akan mati karena,” kata Holil, saat ditemui.

Dia menerangkan sampai saat ini sudah tidak ada lagi pasokan air yang masuk kearea sawah karena sumber airnya sudah kering,sejak dari hulu saluran Tapen .Saluran Tapen digunakan petani lima desa yaitu Desa Jatibaru, Kecamatan Jatisari, Desa Cicinde Selatan, Desa Cicinde Utara, Desa Jaya mukti dan terkahir Desa Pamekaran, luasannya areal sawahnya bisa mencapai 600 hektaran .

“Kalau sama desa-desa yang lain, ada sekitar 600 hektare gagal panen, ” tambahnya.

Dijelaskannya, keluhan para petani di desanya telah melakukan survey, dan petani hanya bisa pasrah dengan kondisi ini lantaran saluran airnya sudah rusak dan tidak berfungsi secara normal dan kerusakan ini sudah dirasakan para petani sejak 10 tahun lalu namun tidak pernah ada perbaikan.

Kepala Desa Pamekaran menanggapi keluhan ini telah melakukan survey lapangan dan membuat laporan terhadap kondisi tanaman maupun dampaknya terhadap para petani desanya.

“Untuk tindakan maupun penanganan tetap akan berkoordinasi dengan pihak lain seperti Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan irigasi,” katanya.

Dijelaskan Holil memang pengairan dikawasan ini masih irigasi biasa dan memang diperlukan pembangunan irigasi beton supaya bisa menjangkau sumber air untuk mengairi kawasan persawahan yang ada.(jk3)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here