Beranda Jabar Keluarga TKI Karawang, Minta Bantuan Presiden Joko Widodo Pulangkan Anaknya

Keluarga TKI Karawang, Minta Bantuan Presiden Joko Widodo Pulangkan Anaknya

7
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Tarsem (65) Ibunda Iis Nurhayani Buruh Migran asal  Kampung Sengon Rt 02 /04   Desa Pangulah Baru, Kecamatan Kotabaru, Karawang, hanya bisa melihat foto terakhir anak bungsu perempuan saat masih berada di penampung PJTKI PT PT Bina Karya Welastri di Jakarta.

“Ini foto terakhir melihat anak bungsu sebelum meninggal tanah air menuju negara tetangga Malaysia untuk menjadi Tenaga Kerja sebagai pembantu, ” kata Tarsem, Minggu (9/9) dengan nada lirih.

Dia menceritakan anak bungsunya nekat menjadi pembantu di Malaysia karena faktor ekonomi ingin membantu orang tua membangunkan rumah, pasca ditinggalkan bapaknya selepas keluar Sekolah Menengah Pertama.

“Keluar sekolah SMP berkeinginan pergi keluar negeri menjadi pembantu ,niatnya ingin membangun rumah, ” katanya.

Ibu tiga anak ini, menerangkan setelah kontak terakhir dan sempat mengirim uang sebesar Rp 4 juta rupiah tidak ada kabar berita lagi jangankan surat telepin saja baru sekali setelah bekerja menjadi pembantu rumah tangga.

“Sempat kirim uang Rp 4 jutaan, dan kontal terkahir pada tahun 2008, dia sempat bilang gajinya selalu ditahan majikan perempuan dengan alasan disimpan di bank, ” lirihnya.

Dia hanya berharap kepada Presiden Joko Widodo untuk memulangkan anak bungsu perempuan satu-satu, yang hilang kontak 11 tahun, karena selama ini ia tak mampu berbuat banyak apalagi melaporkan harusnya harus kemana, karena tidak ada biaya .

“Pak Jokowi, tolong anak saya dipulangkan,”sambil menitikan air mata.

Pegiata Buruh Migran, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Boby mengatakan diduga keberangkatan TKI atas nama Iis Nurhayani, merupakan korban perdagangan orang katena saat berangkat menjadi TKI masih dibawah umur, dan kalau diberangkatkan melalui
PT Bina Karya Welastri selaku perusahaan penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang akan memberangkatkan.

“Diduga ada pelanggaran perdagangan orang dan ilegal, karena saat berangkat masih di bawah umur, ” tandasnya.(jk3)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here