Beranda Jabar Investasi Bodong, Oknum Bayangkari Dilaporkan

Investasi Bodong, Oknum Bayangkari Dilaporkan

150
0

Penulis: Erlan

SUBANG, Jabarkini.net – Diiming-imingi keuntungan yang menggiurkan, sejumlah warga Subang, Jawa Barat, merasa ditipu seorang istri oknum anggota kepolisian Polres Subang. Para korban tersebut tertipu puluhah juta rupiah hingga mencapai miliar rupiah.

Seorang istri oknum anggota kepolisian Resort Subang, berinisial M-A, (26) dilaporkan ke mapolres Subang, oleh sejumlah warga karena melakukan penipuan investasi bodong dengan modus mengajak untuk bekerjasama usaha di bidang beras dan usaha katering kue kepada para korbannya, Kamis (22/10/2020).

Menurut para korban, kejadian ini terjadi pada april 2019 hingga 17 juli 2020 di daerah kalijati, Subang. dalam aksinya, pelaku M-A mengajak para korbannya untuk bekerjasama di bidang beras dan usaha katering kue yang akan dimasukan ke sejumlah rumah sakit dan pabrik-pabrik di Subang dengan menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Terlebih lagi, suami pelaku merupakan anggota kepolisian. karena terbujuk, sejumlah korban pun menyetorkan uang puluhan juta hingga mencapai miliaran rupiah. Namun, setelah menyetorkan uangnya, hingga kini keuntungan yang dijanjikan pelaku tak pernah terealisasi.

Dalam kasus ini, baru enam korban yang berani melaporkan ke pihak kepolisian. sebagian besar korban merupakan tetangga pelaku. Diduga, suami pelaku brigadir A-S yang merupakan oknum anggota kepolisan Polres Subang turut terlibat dalam kasus dugaan penipuan investasi bodong ini. Luthfi ( 45 ) salah seorang korban penipuan investasi bodong ini mengaku awalnya sipelaku menjanjikan investasi untuk usaha jual beli beras, cathering dan kue ke setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Subang, dengan iming iming pengahsilan tiga milyar dari investasi yang di berikan kepada pelaku sehingga sikorbanpun percaya, selain itu sipelaku merupakan tetangganya sendiri. Meskipun korban memberikan uang investasinya secara bertahap. namun menurut korban segala hukum sesuatunya di serahkan kepada penguasa hukumnya.

Menurut Deden Firman, sh, kuasa hukum dari para korban, mengatakan klainnya meminta untuk melaporkan kejadian yang menimpa mereka atas investasi bodong dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, kita melaporkan inisial M dan A, karena dia telah menjanjikan sesuatu kepada klien nya. Karena tidak ada itikad baik dari pelaku untuk mengganti uang korban dengan jumlah milyaran rupiah dari beberapa korban, bahkan terakhir kali pelaku meminta uang dibulan juli 2020 dengan alasan untuk masuk ke pengurusan persidangan, namun setelah di cek tidak ada.

Selain warga Subang, korban penipuan investasi bodong ini juga ada yang berasal dari luar Subang. Kini, para korban berharap pelaku segera diproses hukum dan uang mereka segera kembali.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here