Beranda Hukrim Anggota DPRD Purwakarta Disebut Punya Peranan Penting dalam Dugaan Penyimangan Proyek Kemenpora

Anggota DPRD Purwakarta Disebut Punya Peranan Penting dalam Dugaan Penyimangan Proyek Kemenpora

9
0
Polisi Cek Keberadaan dan Kondisi Lap Putsal Desa Nangewer

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, jabarkini.net – Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta terus mendalami dugaan adanya penyimpangan pada program hibah Kemenpora tahun 2017 yang disalurkan ke beberapa desa di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian menyebutkan, hingga kini pihaknya sudah meminta keterangan kepada delapan Kepala Desa penerima hibah kemenpora tersebut.

“Delapan Kades itu diantaranya, dari Kec Campaka, Kades Campakasari, Kades Cirende, Kades Benteng. Kec Bojong, Kades Sindangpanon, Kades Bojongbarat, Kades Bojongtimur. Kec Pasawahan, Kades Sawahkulon dan Kec Darangdan, Kades Nangewer,” ujar Handreas. Sabtu, (2/11/2019).

Handreas menyebut, dari hasil pemerikasan muncul dua nama lain yang diduga terlibat dan diduga sebagai pasilitator dalam pelaksanaan program kemenpora tersebut.
Bahkan, satu diantaranya diduga sebagai salah satu anggota DPRD Purwakarta dengan inisial NS.

“Kita belum pastikan, apakah betul ada anggota DPRD yang terlibat bahkan punya peran penting dalam proyek Kemenpora tersebut, yang pasti kita akan terus mendalaminya ” jelas Kasatreskrim.

Sementara, dibenarkan Kepala Desa Nangewer Asep Endang Syarip, bahwasanya dalam proyek tersebut, dirinya dan beberapa desa lainnya hanya bertugas dalam penyediaan lahan.
Sementara terkait teknis hingga pelaksanaan proyek dikerjakan pihak ketiga.

“Yang saya tahu, saya diminta menyediakan lahan oleh NS untuk menyalurkan hibah kemenpora, dan urusan teknis hingga pelaksanaan NS lah yang tau” tutur Asep.

Bahkan menurut Asep, NS sangat berperan waktu itu, mulai dari pengajuan proyek, mengatur pertemuan dengan pihak pelaksana proyek, melakukan Bimtek ke Jakarta hingga digelontorkannya dana hibah tersebut.

“Semua NS yang ngatur, sampai uang nya pun kita hanya bertugas mengambil dari Bank saja, dan langsung diminta semuanya oleh NS.” ujarnya.

Diketahui, sasaran pada program tersebut untuk peruntukan sarana olahraga. Seperti lapangan sepakbola, bulutangkis, bola voli, futsal, dan lain-lain dengan kisaran dana bantuan mulai dari Rp100 juta sampai Rp180 juta.

Sementara dalam proyek hibah Kemenpora tersebut, Desa Nangewer mendapatkan alokasi sarana olahraga berupa lapang Futsal yang dibangun di RT 23
RW 01, Kampung Pasir Panjang, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan.(jk3)

Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here