Beranda Jabar HGN dan HUT PGRI Jadi Moment Penghargaan dan Harapan Guru Honorer di...

HGN dan HUT PGRI Jadi Moment Penghargaan dan Harapan Guru Honorer di Purwakarta

334
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Ribuan tenaga pengajar yang berasal dari berbagai tingkatan sekolah di kab Purwakarta hadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun PGRI yang ke 73 di alun – alun Taman Pasanggrahan Pemkab Purwakarta. Senin, (26/10/2018).

Pada peringatan HGN kali ini selain jadi moment lahirnya PGRI juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah guru berstatus honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun atau lebih.

”Alhamdulillah acaranya meriah sekali, hadir perwakilan guru dari 17 kecamatan, acaranya berjalan lancar,” kata Sekda Purwakarta, Iyus Permana, di sela kegiatan kepada awak media.

Ditambahkan Iyus, selain pemberian penghargaan juga ada sejumlah program peningkatan kapasitas guru pada 2019 mendatang, seperti workshop untuk cara menulis karya ilmiah yang nantinya menjadi syarat para guru terutama golongan 4A ke 4B.

“Guru harus bisa membuat karya ilmiah, kemarin hampir 150 orang dan akan terus berlanjut dilaksanakan oleh PGRI dan Disdik untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan yang menyangkut kepentingan para guru,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, Rasmita berharap pada ulang tahun ke-73 ini PGRI bisa semakin dewasa, semakin terarah pemikiran-pemikirannya dalam rangka memperjuangkan aspirasi anggotanya yaitu para guru.

“Tidak banyak bagi PGRI untuk yang diperjuangkan yaitu ialah kesejahteraan lahir dan batin, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya ini merasa nyaman, aman, sehingga apa yang ditugaskan kepada guru itu bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Rasmita.

PGRI akan berjuang terus untuk memperjuangkan rekan-rekan guru yang masih berstatus honorer, mudah-mudahan di 2019 bisa tuntas dan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan yang honorer ini bisa jadi PNS, atau paling tidak jadi pegawai yang statusnya diakui,” ucap Rasmita.

Sementara itu, harapan serupa juga dilontarkan salah satu guru berstatus honorer, Sri Rahayu (33), yang sudah mengabdi hampir 9 tahun di salah satu SDN di kec Darangdan.
Dirinya berharap, pemerintah dapat menghargai segala bentuk perjuangan ia dan rekan seprofesinya selama ini untuk menjadi PNS.
Bahkan menurutnya, saat ini peraturan untuk ikut CPNS dirasa tidak adil dan tidak berpihak kepada tenaga honorer yang sudah jelas dan lama mengabdi.

”Kami hanya ingin pemerintah menghargai perjuangan dan pengabdian kami selama ini, salah satu yang memberatkan hapus testing cpns tentang pembatasan usia. Kasihan mereka yang umurnya sudah di atas 35 tahun tidak bisa ikut tes padahal mereka sudah lama mengabdi ” ujar Sri

Ditambahkan Sri, karena adanya aturan tersebut (pembatasan usia-red), tak sedikit saat ini banyak tenaga honorer yang putus asa dan berniat berhenti mengajar. Meski begitu, jika aturan tersebut akan tetap dijalankan ia berharap pemerintah memberikan solusi terkait kesejahtraan tenaga honorer.

”Banyak yang terpikir mogok bahkan berhenti ngajar tapi kasihan sama murid, hargai kami dan berikan gaji layak. kami memang bukan manusia hebat tapi manusia hebat lahir dari kami seorang guru ” tegas Sri.
(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here