Beranda Jabar Gelapkan Kendaraan, ASN Ini Dijebloskan Ke Penjara

Gelapkan Kendaraan, ASN Ini Dijebloskan Ke Penjara

173
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, JabarKini.net – Terbukti telah menggelapkan kendaraan milik sebuah perusahaan leasing, seorang ASN asal Purwakarta divonis 1 tahun penjara.
Hal itu terkuak saat Hakim Ketua Nofita Dwi Wahyuni menyatakan ASN berinisial WG (44) yang merupakan warga Kec Campaka kab Purwakarta tersebut bersalah karena telah mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan benda yang merupakan objek jaminan fidusia. Tanpa persetujuan tertulis dari penerima fi‎dusia.

Berdasarkan penelusuran diketahui WG yang merupakan ASN itu sehari-harinya berdinas di salah satu intansi di Purwakarta.

WG didakwa telah menggelapkan sebuah mobil jenis Toyota Rush. Sementara mobil ini masih terikat angsuran dari Olympindo Multi Finance yang kini berubah nama menjadi JTrust Olympindo Multi Finance.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 36 Undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia. Pengadilan pun akhirnya menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama satu tahun dengan denda sebesar Rp 30 juta, subsidiair 3 bulan kurungan,” kata Hakim saat persidangan yang berlangsung pada Rabu 24 Oktober 2018 lalu.

Pengadilan pun menyatakan didapat barang bukti berupa satu berkas aplikasi atas nama WG. Surat ini diberikan ke PT Olympindo Multi Finance. Selain itu sebuah berkas jaminan fidusia nomor W11.00969951.AH.05.01 tanggal 27 Juni 2016 juga menjadi barang bukti.

Dibenarkan Kepala Staff Hubungan Masyarakat, JTrust Olympindo Multi Finance, Denny Poernawan. WG menurutnya telah menggelapkan mobil jenis Toyota Rush S 1.5 tahun 2015. Sementara kendaraan tersebut memiliki Nopol T 1616 AA.

Sebelumnya WG sudah mengangsur kendaraan ini ke Olympindo Multi Finance selama 3 bulan. Dengan jumlah angsuran Rp 5.360.000 perbulannya. Tetapi setelah itu WG justru menjual kendaraan tersebut tanpa persetujuan ‎PT Olympindo Multi Finance.

“Terdakwa menjual kendaraan tanpa persetujuan kami ke saudara Dede Riweuh. Sementara terdakwa menjualnya dengan nilai Rp 35.000.000 saja padahal kendaraan tersebut nilai keseluruhannya adalah Rp 150.000.000,” katanya kepada awak media, Kamis, (8/10/2018).

Menurut Denny sebenarnya semua langkah telah dilakukan untuk memberikan jalan tengah bagi kedua belah pihak. “Hanya saja terdakwa tetap enggan membayar sehi‎ngga kami menempuh jalur hukum,” katanya. (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here