Beranda Ekonomi EKowisata Mangrove Pesisir Karawang. Seluas 20 Hektar

EKowisata Mangrove Pesisir Karawang. Seluas 20 Hektar

329
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Ekowisata di hutan mangrove di wilayah pesisir pantai utara Karawang, sudah mulai berkembang oleh masyarakat nelayan sepanjang 20 kilometer di pesisir Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Agar tidak merusak lingkungan dan sumberdaya di hutan mangrove diperlukan strategi pengembangan yang tepat.

Hal tersebut, sebelumnya dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui potensi wisata yang ada dan merumuskan strategi untuk pengembangan ekowisata mangrove pesisir utara Karawang.

Ketua Kelompok Petani Mangrove Pasir Putih, Sahari, dberharap agar ekowisata mangrove tersebut bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat yang sebagian besar bermatap encaharian nelayan rajungan.

Menurut dia, inisiasi pengembangan ekowisata mangrove jenis api-api dan rhizophora tersebut berawal dari tingginya ancaman abrasi di daerah tersebut.

Sebanyak 938 kepala keluarga di dusun itu terancam pengikisan permukaan tanah akibat abrasi. Kelompok nelayan di wilayah pesisir Karawang kemudian memanfaatkan 20 hektare lahan dengan melakukan penanaman 90.000 pohon mangrove.

“Lahan itu ditanami mangrove, karena selain menyelesaikan permasalahan abrasi, hutan mangrove juga bisa menjadi ekowisata yang terintegrasi dengan potensi terumbu karang di pesisir utara Karawang,” kata Sahari. Rabu (5/12)

Menurut dia, saat ini pengembangan ekowisata mangrove masih dalam pengembangan dan sudah,namun sudah dilirik banyak pengunjungnya. Selama setahun terakhir ini sudah ada sekitar 2.160 pengunjung.

“Kami berharap program ini akan menjadi awal yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan di desa kami,” kata dia.

Dalam melakukan pengembangan ekowisata mangrove itu, Sahari mengakui tidak melakukannya sendiri. Tapi mendapat binaan dari Dinas Perikanan Karawang serta perusahaan migas, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Untuk meningkatkan kapasitas kelompok mengelola ekowisata di wilayah pesisir, kelompok ini belajar dari binaan PHE ONWJ yakni Kelompok Tani Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang yang telah membangun ekowisata di atas lahan seluas 2.5 hektare.

Humas PT Pertamina Hulu Energi, Agus Sudaryanto, mengatakan, keterlibatan pihak Pertamina dalam pengembangan ekowisata hutan mangrove itu berawal dari digulirkannya program partisipasi karyawan PHE ONWJ yakni Orang Tua Asuh Pohon (OTAP).

“Kami selalu berupaya agar program yang dijalankan bisa menyumbangkan solusi terhadap permasalahan lingkungan dan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” katanya.

Potensi wisata yang ada pada ekowisata mangrove Pasirputih adalah keanekaragaman mangrove dan burung yang berasosiasi di dalamnya serta keindahan alam di kawasan ekowisata mangrove.

Konsep strategi pengembangan ekowisata mangrove adalah mengembangkan konservasi dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu program wisata.

“meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat wisata, mempertegas penegakan hukum dan aturan untuk menjaga fungsi ekosistem mangrove dan penguatan konsep ecotourism di kawsan ekowisata mangrove” tutuonya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here