Beranda Jabar DLHK Karawang Klaim Sudah Melakukan Penanganan Lintas Sektoral Dalam Kasus Sungai Cilamaya

DLHK Karawang Klaim Sudah Melakukan Penanganan Lintas Sektoral Dalam Kasus Sungai Cilamaya

163
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang  menegaskan kasus pencemaran sungai Cilamaya sudah ditangani sejak tahun 2014 dan sudah melakukan sejumlah pertemuan lintas sektoral hingga dan sudah menjadi agenda tiga kabupaten mulai Kabupaten Purwakarta sebagai hulu sungai,  Subang dan Kabupaten Karawang sebagai wilayah terdampak.

“Sebetulnya ini sudah dilakukan penanganan lintas sektoral tiga kabupaten,dan sudah dilakukan zona penanganan masing-masih wilayah, ” kata Kabid Penataan Pengaturan Lingkungan DLHK Kabupaten Karawang,  Theo  Suryana, Selasa (16/9) di ruang kerjanya.

Theo menegaskan penanganan kasus limbah sungai Cilamaya, bendung Barugbug merupakan bendungan penampungan air dari hulu sungai dan merupakan bendungan pembagi ke dua sungai,  yang menjadi masalah adanya pembungan limbah industri di wilayah hulu.

“Sebetulnya Karawang itu hanya sebagai daerah terdampak,  sementara industri ada di dua kabupaten tetangga, ” tegasnya.

Kami telah bertemu lintas sektoral setelah dilakukan 22 kali pertemuan untuk menyelesaikan masalah limbah sungai Cilamaya yang memyebarkan bau tak sedap dan hitam pekat diduga akibat masih adanya pembuangan limbah industri dan rumah tangga dihulu sungai.

“Kami sudah membawa kasus Cilamaya ke tingkat Provinsi, dan masing-masing kabupaten yang dilintasi sungai Cilamaya punya zona penanganan, ” lanjutnya.

Solusi yang diharapkan masyarakat,  kata Theo,  membutuhkan action dari masing-masing lintas sektoral, seperti adanya patroli bersama lintas sektoral dengan melibatkan elemen masyarakat peduli Cilamaya, masyarakat dan TNI,  dibuatkan agenda dan formula khusus cara penanganganan secara konfrehensif.

“Solusinya adanya patroli bersama lintas sektoral dan elemen masyarakat, ” imbuhnya.

Dari data DLHK Karawang, perusahaan yang berada diwilayah hulu sungai  sebelum Bendung Barugbug seperti Purwakarta ada 7 perusahaan industri,  Subang ada 4 perusahaan, 1 perusahaan sesudah Bendung Barugbug dan Karawang ada 1 perusahaan namun sudah tidak produksi.

“Industri di Karawang, sebetulnya tidak ada yang buang limbah,  tetapi dampak terluas di Karawang, ” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here