Beranda Jabar Diskoperindag Kab Purwakarta Prihatin, Standarisasi Keamanan SPBU Mini, Minim

Diskoperindag Kab Purwakarta Prihatin, Standarisasi Keamanan SPBU Mini, Minim

195
0

Penulis : Asep NK

PURWAKARTA, JabarKini.net – Menjamurnya keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mini di tengah masyarakat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kab Purwakarta.
Pasalnya, keberadaan SPBU mini tersebut belum di tunjang dengan fasiltas standarisasi keamanan.

Menanggapi hal itu, Kepala Diskoperindag Purwakarta, Entis Sutisna, berharap Pemda Purwakarta segera membuat sekaligus menetapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait SPBU Mini itu sendiri.

Sehingga, Perda tersebut akan menjadi sebuah dasar bagi pihak Disekoperindag Purwakarta untuk menyentuh dan menindak setiap pemilik SPBU Mini tersebut.

“Mirisnya, hingga saat ini para pelaku usaha SPBU mini belum mengantongi ijin ataupun payung hukum bagi usaha mereka ini,” kata Kadiskoperindag Purwakarta, Entis Sutisna, melalui pesan singkatnya, Kamis (10/1/2019).

Hingga saat ini, Entis mengaku belum memiliki data terkait jumlah SPBU Mini di Purwakarta. Bahkan, belum pernah ada koordinasi atau dari satupun para pelaku usaha SPBU mini tersebut.

“Hingga saat ini kami hanya bisa sebatas memberikan sosialisasi terhadap mereka untuk selalu waspada menjaga keamanan di sekitar SPBU mini mereka,” jelas Entis.

Tak hanya kepada Pemda Purwakarta, Entis juga meminta kepada para anggota DPRD untuk segera menindak lanjuti standarisasi atau aturan bagi para pelaku usaha SPBU Mini di Purwakarta.

“Jika diteliti, potensi terjadinya kebakaran dari SPBU mini ini sangatlah besar. Bayangkan saja, mesin pompa yang dipakai hanya mesin pompa biasa yang tidak memiliki fasilitas otomatis menutup aliran bahan bakar dari dalam tangki ketika terjadinya kebakaran,” tegas Entis.

Dengan demikian, dirinya menilai peraturan terkait SPBU mini tersebut merupakan hal yang butuh perhatian serius. Baik itu dari Pemda maupun Anggota DPRD Purwakarta.

“Saya khawatir jika terus dibiarkan suatu saat akan terjadi hal buruk yang tidak kita inginkan,” tutup Entis. (jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here