Beranda Jabar Dandim 0619 Purwakarta Sebut Penyuluh Agama Islam Punya Tugas Mulia

Dandim 0619 Purwakarta Sebut Penyuluh Agama Islam Punya Tugas Mulia

172
0

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, jabarkini.net – Sebagai garda terdepan karena berhubungan langsung dengan masyarakat, peran penyuluh agama Islam keberedaannya sangat vital sebagai ujung tombak menciptakan generasi yang berkualitas.

Dikatakan Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Yogi Nugroho, penyuluh agama Islam melakukan pendidikan formal mau pun non formal dan berperan langsung di masyarakat.

”Artinya mereka mempunyai tugas mulia menyampaikan pendidikan formal atau non formal kepada masyarakt dan menyiapkan generasi kita mendatang” Ujar Yogi, usai memberikan sambutan pada Acara Penyuluhan Kebangsaan kepada Penyuluh Agama Islam Se Kab Purwakarta bertempat di Hotel Intan Purwakarta. Kamis, (18/7/2019).

Artinya Indonesia di masa datang, dtambahkan Yogi, tergantung mereka (Penyuluh) ,diharapan dengan adanya penyuluhan kebangsaan ini mereka punya pemahaman yang lebih dalam tentang wawasan kebangsaan itu sendiri.

”artinya Indonesia kedepan itu seperti apa. Penyuluhan ini sangat penting karena juga bisa mencegah salah satunya aksi radikalisme dimasyarakat” tambah Yogi.

Yogi menyebut, permaslahan di masyarakat itu komplex, mulai dari masalah perstuan dan kesatuan, hubungan manusia dan manusia, terorisme, hingga berita hoax.

”Semua itu bisa dicegah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena bagaimanapun SDM nya, bagus atau tidak nya itu bersumber dari pendidikan dan salah satunya melalui penyuluh agama ” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, kepala Kemenag Kab Purwakarta H Tedi menyebut, Penyuluhan kebangsaan perlu untuk menyolidkan kembali masyarakat tentang pemahaman kebangsaan terutama kesatuan dan persatuan.

Kita juga antisipasi dari awal tidak boleh ada penyuluh agama islam yang justru memberikan pemahaman yang tidak baik bagi masyarakat malah jadi disintegrasi nantinya

”Karena informasi dari penyuluh ini mudah diterima di masyarakat , karena penyuluh ini rata rata sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya juga sebagai tokoh agama yang cenderung informasi apa pun itu akan akan diterima oleh masyarakat” ujar H Tedi.

Maka ketika diberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan, ditambahkan H Tedi, ”tidak ada kata lain terkecuali NKRI harga Mati.” Pungkasnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here