Beranda Jabar Banjir di Km 136 Tol Cipali Telah Surut, Pengguna Jalan Tetap Harus...

Banjir di Km 136 Tol Cipali Telah Surut, Pengguna Jalan Tetap Harus Berhati-Hati

143
0

Penulis: Gunawan

SUBANG,jabarkini.net-Air yang menggenangi ruas tol Cipali tepatnya di Km 136 sudah surut. Arus lalu lintas kembali berjalan normal. Namun demikian pihak PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pengelola tol Cipali, tetap mengingatkan agar pengguna jalan berhati-hati.

Sebelumnya ramai diberitakan, km 136 tol Cipali tergenang air setinggi 15 sampai 20 Cm dengan panjang 200 meter. Genangan air akibat curah hujan yang tinggi yang melanda kawasan tersebut dari siang sampai sore, Selasa (31/12/2019).

Dalam rilisnya yang diterima jabarkini.net PT LMS menyebutkan, genangan air terjadi sekitar pukul 17:00 WIB. Genangan air selain akibat curah hujan yang tinggi, juga diduga kiriman dari luar jalur tol.

“Air mulai masuk ruas tol sekitar pukul 17:00 Wib. Km 136 berada di wilayah Cikedung, Kabupaten Indramayu,” kata Suyitno General Manajer Operasi PT LMS.

Suyitno pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman ini. “Untuk itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” sambungnya.

Namun demikian lanjutnya, semua jenis kendaraan masih bisa melintas melalui jalur 2. Sebab titik terdalam berada dijalur 1 serta bahu jalan. Antisipasi kemacetan dilakukan oleh petugas dan PJR dengan cara pengarahan arus.

Suyitno menegaskan, genangan air bukan karena sistem drainase yang tidak berfungsi. PT LMS sudah membangun drainase sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu.

“Semua air di sepanjang ruas tol
kami selalu dipelihara secara rutin baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan,” katanya.

Lanjutnya, sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan
mengalirkan air hujan atau yang berasal dari permukaan badan jalan tol.

“Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol,” ujarnya.

Dia pun berharap, para pengembang di sekitar wilayah jalan tol Cikopo-Palimanan dapat memperhatikan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan saluran pembuangan air dari hasil produksi industrinya. “Sehingga wilayah sekitar dapat merasakan manfaat dari keberadaan industri tersebut,” pungkasnya.(jk2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here