Beranda Jabar Amnesti Denda Bagi Pelanggan PDAM Nunggak

Amnesti Denda Bagi Pelanggan PDAM Nunggak

222
0

Penulis : Asep NK

KARAWANG, jabarkini.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, mengeluarkan kebijakan Amnesti bagi para pelanggan yang memiliki tunggakan, amnesti diberlakukan mulai tanggal 1-20 Nopember 2018 mendatang, namun amnesti diberlakukan untuk denda selama menunggak.

Perusahaan milik Pemkab Karawang tersebut mempunyai pelanggan sekitar 74 ribu pelanggan, ada sekitar 240 pelanggan besar yang masih nunggak dengan nilai jumlah tagihan hingga 22 milyar.

Direktur PDAM Tirta Tarum , Mohamad Sholeh mengatakan, program ini akan disosialisasikan kepada pelanggan karena sejak kepemimpinannya jumlah pelanggan terus bertambah , maka dalam segi pelayanan tetap terus dilakukan berbagai terobosan baru dalam hal pelayanan kepada konsumen.

“Sejak menduduki Dirut PDAM dua lalu, kondisi perusahaan milik Pemda terus melakuka. Inovasi peningkatan pelayanan mendistribusikan air bersih kepada seluruh pelanggan,” kata Soleh, Jum’at kepada media di Aula PDAM Karawang.

Dijelaskannya, program amnesti di antaranya amnesti denda bagi pelanggan yang memiliki tunggakan 1-3 bulan, yang mengacu kepada kaidah akuntansi yang berlaku di PDAM , amnesti berlaku mulai tanggal 1-20 Nepember 2018 dan berlaku bagi dendanya. Jika ada keberatan piutang pembayaran maka dimungkinkan untuk pembayaran secara diangsur.

“Program tersebut bentuk kebijakan PDAM Tirta Tarum dalam meringankan pembayaran tunggakan setiap pelanggan,” katanya.

Ia berharap dengan diluncurkannya program tersebut, maka pelanggan PDAM bisa membayar tagihan setiap bulan tepat waktu, sehingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM dapat beroperasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Program lainnya adalah layanan pengaduan pelanggan dan aktivasi pelanggan yang belum memiliki rekening, Program ini pun, ujar Sholeh sekaligus bisa melakukan penertiban data pelanggan PDAM secara data base.

“Ini salah satu perbaikan pelayanan terhadap pelanggan, baik secara administrasi dan maupun teknik,” kata Sholeh.

Ia berharap, dengan program-program tersebut, pada tahun 2018 tak adalagi pelanggan yang menunggak kewajiban pembayaran melebihi tiga bulan.

“Dari data pelanggan penunggak sebanyak 240 orang, tagihan sebesar 22 milyar,” tutupnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here