Beranda JABAR Nelayan Aksi Tutup Mulut, Minta Penegak Hukum Segera Tetapkan Tersangka

Nelayan Aksi Tutup Mulut, Minta Penegak Hukum Segera Tetapkan Tersangka

4
0
BERBAGI

Penulis : Asep Nk

Karawang,Jabarkini.net – Puluhan nelayan anggota Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL)  Samudera Mulya di Desa Ciparagejaya, Kecanatan Tempuran, Karawang,  melakukan aksi tutup mulut di pesisir pantai, aksi tutup mulut dilakukan sebagai bentuk dibungkamnya anggota atas adanya dugaan penyalahgunaan keuangan oleh pengurus KPPL.

“Aksi ini dilakukan bersama anggota koeperasi yang lain karena selama KPPL dikomandoi oleh pengurus sekarang dalam pengelolaan keuangan tidak transfaran diduga uang koperasi disalah gunakan untuk kepentingan pribafi, ” kata koordinator aksi  Kartono,  Jum’at (16/8).

Dia menegaskan akibat adanya dugaan penyelewengan keuangan kopetasi,  para nelayan meminta hak-hak anggota dipenuhi serta adanya transfansi penggunaan uang milik koperasi karena selama tiga tahun menjabat sebagai ketua KPPL, suara dan hak-hak anggota  dibungkam.

“Kami bayar restribusi yang dipotong dari hasil penjulan ikan ke koperasi,  tetapi selama 3 tahun ini yang nilainya  milyaran raib tidak jelas pos peruntukannya, ” katanya.

Sebagai contoh,  nelayan dipotong restribusi 2,5 persen untuk Pendapatan asli daerah  mencapai 1,5 milyar  namun yang disetorkan ke pemerintah daerah hanya Rp 700 jutaan , ditambah adanya pungli 0,5   persen dikuar  serta adanya dana paceklik yang raib, seharus bisa dinikmati nelayan saat musim paceklik sekarang tidak jelas peruntukannya.

“Dana paceklik yang nilainya pantastis selama tiga tahun terkahir tidak jelas pengeluarannya ” tegasnya.

Kuasa Hukuk nelayan,  Gary Gargarin menjelaskan kasus ini bukan kasus kecil karena menyakut kesejahteraan nelayan yang nilainya cukup besar hingga mencapai milyaran rupiah namun dalam penggunaannya tidak jelas oleh pengurus koperesai nelayan.

“Dugaan adanya penyalahgunaan keuangan koperasi untuk kepentingan pribadi dan golongan jelas merugikan nelayan sebagai anggota ” kata Gary.

Lebih lanjut, Gary mengeaskan kasus yang bergulir sejak lama ini,  telah dilaporkan ke Polda Jabar dan belum lama juga dilaporkan ke Kejati Jabar,  untuk segera mengungkap dan menyelidik penyalahgunaan keuangan milik kopersi.

“Kami bersama klien telah melaporkan kasus ini,  ke dua institusi hukum,  sejumlah pihak telah dimintai keterangan, namun kasusnya belum mengarah kepada tersangka padahal berkas bukti-bukti penyalahgunaan sudah diserahkan, “tutupnya.

Setelah adanya laporan ke penegak hukum, kata Gary, sejumlah nelayan mendapatkan intimidasi dan teror melalui pesan singkat, supaya laporannya dicabut atau tidak ikut serta untuk meneruskan kasus ke pihak berwajib.

“Sudah ada intimidasi dan teror ke sejumlah nelayan, ” tegasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here