Beranda POLITIK Jual Beli Suara Caleg Gagal Gunakan Kode Agen Beras

Jual Beli Suara Caleg Gagal Gunakan Kode Agen Beras

6
0
BERBAGI

Penulis : Asep NK

KARAWANG, Jabarkini.net – Calon legislatif (caleg) DPR RI Partai Perindo, H. EK Budi Santoso, kerap disapa Kusnaya  gagal melenggang ke Senayan dari Daerah Pemilihan 7 (Dapil ) meliputi Karawang, Bekasi dan Purwakarta, ternyata dalam setiap rincian  pengeluaran uang untuk jual beli suara menggunakan kode  pendiatriabuan  sembako  jenis beras.

Dalam rincian yang diterima media,  Kusnaya menyebut Ketua PPK sebagai Agen Beras  , yang siap mendistribusikan ke toko-toko dalam hal ini sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah target suara yang harus diperoleh menggunakan kode kiloan  dalam setiap satu kilo dihargakan dalam kerranjang (harga satu suara)  Rp. 20 rubu. .

“Kode sistem dagang beras dilakukan untuk mengelabui,dan iru simbol dan hal itu wajar, “kata Kusnaya, Jum’at (14/6) .

Dia mencontohkan Agen Beras(PPK)  Kecamatan Karawqng Barat Nama Agen Beras Nana Sumarna, jumlah toko (TPS)  430 toko,  target suara (Kiloan)   sebanyak 7705 suara,  dengan harga satu suara rata-rata Rp. 20 ribu, maka akumulasi suara yang harus dibayar sekitar Rp. 154 juataan.

“Uang sebeaar itu tidak dibayar sekaligus namun dibayar dalam termen dengan sistem 60:40,” katanya.

“Seperti contoh diatas, Uang yang harus dibayar ke Agen Beras (PPK) Rp 154 juta dibayar awal atau DP 60 persen sebesar 92.460 juta sisanya 40 persen Rp 61,640.000,” tandasnya.

Dia mengaku telah memberikan toleransi waktu untuk mengembalikan uang baik cash maupun melallui transfer atas nama 12 ketua PPK hingga batas waktu yang sudah disepakati hingga Sabtu 04 Mei 2019 lalu, hingga pukul 12.00 WIB. Karena tidak sesuai kominten dalam perolehan suara yang ditargetken 50 ribu suara untuk lolos ke Senayan.

“Sebelumnya sudah memberikan batas waktu pengembalian uang namun karena tidak ada itikad baik maka dibuka ke publik, ” katanya.

Untuk itu, kata Caleg Perindo ini menegaskan tidak akan memberi lagi ruang kepada 12 PPK dan Satu Oknum Komisiner KPU, terkecuali mengambil jalur hukum pidana dengan tuduhan telah melakukan penipuan jual beli suara.

“Ruang pengembalian uang sudah tidak diindahkan maka, jalur hukum formal yang akan dilakukan, ” tutupnya.

Sementar pihak KPu belum memberikan keterangan resmi terkait kasus jual beli suara caleg, informasi yang diterima KPU Kabupaten Karawang akan memanggil PPK yang diduga melakukan deal politik jual beli suara pada hari Senin mendatang.
.
“Kita akan panggil nama-nama PPK yang diduga jual beli suara, ” singkat Sekretaris KPU Kabupaten Karawang, Gery.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here