Beranda JABAR Pendamping PKH Wanayasa : Tidak ada Pengambilan ATM BPNT Milik KPM, Itu...

Pendamping PKH Wanayasa : Tidak ada Pengambilan ATM BPNT Milik KPM, Itu Hoax.

10
0
BERBAGI

Penulis : Erlan

PURWAKARTA, Jabarkini.net – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta menilai pemberitaan yang menyudutkan bahwa pendamping PKH mengambil alih Kartu ATM Kombo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu merupakan berita bohong alias Hoax.

Hal tersebut diungkapkan Rivan Widiana salah seorang pendamping PKH Kecamatan Wanayasa saat di konfirmasi kebenarannya oleh jabarkini.net, selasa (14/05/2019).

“Saya dituduh mengambil kartu ATM Kombo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dan saya tidak pernah mengumpulkan ATM milik KPM PKH, tetapi pendamping hanya mengintrusikan kalau ATM Kombo yang dimiliki KPM tidak boleh berpindah tangan kepada siapapun terkecuali kepada keluarga, itupun atas dasar kuasa pemilik ATM.”

Menurut Rivan, sebelumnya ada desakan kependamping PKH yang mengatasnamakan lembaga kenapa tidak dicairkan, mungkin masalah ini diduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menginginkan ATM tersebut karena mengetahui jika bantuan pangan non tunai telah ada dalam rekening masing-masing KPM, tegasnya.

Tidak hanya itu, Rivan mengatakan, tugas Pendamping PKH tidak hanya sebatas mencatat dan menfasilitasi penyaluran bantuan. Yang lebih pokok lagi adalah membina KPM menjadi keluarga mandiri. Sehingga kedepannya KPM bisa memperbaiki perekonomiannya sendiri.

Menurutnya, pendamping dalam melaksanakan tugas dan pungsinya bukan hanya mendata, namun harus memfasilitasi proses penyalurannya sampai benar benar keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut secara aman.

“Kami selaku Pendamping PKH juga harus bisa membantu keluarga penerima manfaat supaya kondisi perekonomiannya bisa terangkat ke lebih sejahtera. Sebagai pendamping juga kita dituntut untuk bisa mengarahkan KPM agar dapat mengelola bantuan tadi secara baik dan tepat dalam perekonomiannya sehari harinya.”

Sementara itu, di Desa Taringgul tonggoh ini sebanyak 245 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT.

Dalam hal ini Pendamping PKH terus melakukan upaya untuk terus mendampingi dan melakukan sosialisasi penggunaan ATM Kombo BPNT bagi si KPM sendiri.

“Sehingga tujuan kemandirian dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat dapat tercapai dengan baik,” ungkapnya.

peran serta pendamping PKH dan BPNT dinilai cukup membantu bagi warga di kecamatan Wanayasa dari Program Pemerintah tersebut tanpa harus berbuat yang semena mena hingga membuat warga merasa di rugikan, tutup Rivan.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here