Beranda HUKUM & KRIMINAL Dari Tiga Rumah di Bojong, Polres Purwakarta Sita Ratusan Liter Tuak

Dari Tiga Rumah di Bojong, Polres Purwakarta Sita Ratusan Liter Tuak

34
0
BERBAGI

Penulis : Wezz

PURWAKARTA, jabarkini.net – Jajaran Polres
Ratusan liter minuman keras jenis tuak berhasil disita jajaran Polres Purwakarta dari tiga rumah warga di Desa Pawenang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jumat (10/5/2019), tadi malam.

Berawal dari informasi masyarakat yang diterima Polsek Bojong jika di desa tersebut ada beberapa warga yang kerap menyadap nira. Kemudian, berkoordinasi dengan Sat Res Narkoba Polres Purwakarta menindaklanjuti informasi tersebut.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius melalui Kapolsek Bojong Iptu Teguh Sujito SH mengatakan, berawal dari informasi masyarakat bahwasanya di desa tersebut ada aktifitas warga yang mengolah nira menjadi bahan baku minuman, saat dicek ke lokasi pihaknya menemukan beberapa drum berisikan ratusan liter minuman keras jenis tuak.

Minuman beralkohol ini tak hanya ditemukan dari satu rumah, melainkan dari tiga rumah yang lokasinya masih di kampung dan desa yang sama.

“Yang pertama, dari rumah milik SUL di Kp. Sumbersari RT 010/RW 003 Desa Pawenang, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Dari rumah ini kami berhasil mengamankan 150 liter tuak,” kata Teguh kepada awak media saat ditemui ruang kerjanya, Sabtu (11/5/2019).

Rumah yang kedua, sambungnya, milik SAE di RT 008/RW 003. Di rumah ini pihaknya menyita 60 liter tuak. “Ada pun rumah ketiga milik AC di RT 007/RW 006, kami berhasil mengamankan 150 liter tuak,” ujarnya.

Sehingga total, kata Teguh, ada 360 liter tuak yang berhasil disita dan diamankan sebagai barang bukti.

“Perlu kami informasikan, warga ini benar menyadap nira setelah mendapatkan pesanan dari seseorang. Namun mereka tak menyadari jika nira tersebut akan diolah menjadi miras,” kata Teguh.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, Teguh memastikan jika warga tersebut dimanfaatkan oleh seseorang untuk memproduksi tuak. Pasalnya, saat dimintai keterangan, mereka hanya mengetahui jika nira tersebut akan digunakan sebagai bahan pengembang dalam pembuatan kue.

“Tugas mereka ini sebenarnya hanya menyadap nira, kemudian oleh si pemesan, nira yang sudah terkumpul ditambahkan beberapa bahan sehingga berfermentasi menjadi tuak. Ini yang tidak diketahui warga,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk terus memantau dan mengedukasi warganya.

“Kami juga berencana akan menggelar pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat di situ, sehingga tidak mudah dibohongi dan dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.(jk3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here